Breaking News:

Pemuda di Maluku Babak Belur Dipukul Oknum TNI gara-gara Suara Klakson, Danrem Buka Suara

Seorang pemuda bernama Devian Basry (22), warga Desa Tepa, Kecamatan Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, jadi korban penganiayaan oknum TNI.

Editor: Astini Mega Sari
KOMPAS.COM
ilustrasi perkelahian 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang pemuda bernama Devian Basry (22), warga Desa Tepa, Kecamatan Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, jadi korban penganiayaan oknum TNI berinisial Sertu T.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (26/2/2021) siang.

Diceritakan kakak kandung korban, James Basry, kejadian itu bermula saat adiknya sedang melintas di depan masjid.

Saat kejadian itu, ada pengendara sepeda motor di depan adiknya yang membunyikan klakson secara keras.

"Dari pengakuan adik saya ke keluarga, saat itu dia sedang lewat dengan motor di depan masjid, kebetulan ada sepeda motor di depannya yang membunyikan suara motor sangat besar," kata James, kepada Kompas.com via telepon seluler, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Lihat 6 Anggota KKB di Seberang Sungai, Prajurit TNI Baku Tembak 30 Menit di Area PT Freeport

Sesaat kemudian, adiknya didatangi pelaku yang keluar dari kompleks masjid dan dituduh sebagai orang yang membunyikan klakson tersebut.

"Adik saya langsung disuruh ikut ke kantor Koramil, dan sampai di sana dia ditanya setelah itu dia dipukul," ujar dia.

Akibat kejadian itu, kini adiknya harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka di sekujur tubuh.

Ironisnya lagi, kedua matanya diketahui sulit melihat karena mengalami pembengkakan cukup serius akibat penganiayaan tersebut.

Terkait kasus tersebut, pihaknya meminta oknum aparat TNI yang menganiaya adiknya tersebut dapat diberikan hukuman secara tegas.

Baca juga: Kasus Oknum TNI Jual Amunisi ke KKB, Pangdam Yakin Ada Peran Oknum Lain yang Posisinya Lebih Tinggi

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved