Breaking News:

Polisi Hentikan Kasus Pelajar SMA yang Viral karena Dijerat UU ITE setelah Bongkar Dugaan Pungli

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto membenarkan adanya penerapan restorative justice dengan mediasi antara pelapor dan terlapor. 

Tribunnews.com, Igman Ibrahim
Komjen Agus Andrianto selaku Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) 

TRIBUNPAPUA.COM - Mabes Polri melalui jajarannya melakukan supervisi atas kasus pencemaran nama baik yang menjerat siswa SMA inisial SN (19) atas dugaan pelanggaran undang-undang ITE.

SN ditetapkan tersangka atas laporan wanita berinisial WU, guru honorer SDN Bestobe, Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 23 Oktober 2020 lalu.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto membenarkan adanya penerapan restorative justice dengan mediasi antara pelapor dan terlapor. 

"Kasusnya sudah selesai, mereka berdamai setelah di mediasi," kata Komjen Agus dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Viral Video Penjambretan hingga Korban Terseret Motor Pelaku di Bandung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Agus menjelaskan langkah ini dilakukan atas petunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Khususnya terkait intruksi agar lebih berhati-hati menerapkan undang-undang ITE. 

Menurut Agus, terlapor masih berstatus siswa sekolah.

Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai.

"Pihak pelapor mencabut laporannya, dan tersangka berjanji tidak mengulangi perbuatannya kembali," jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan pihaknya masih akan mendata kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved