Breaking News:

Ngaku Beri Uang Setoran untuk Oknum Polisi, Bandar Narkoba di Surabaya: Beda-beda Nominalnya

Seorang bandar narkoba di Jawa Timur, M Ali Usman, mengaku telah menyetorkan uang setiap bulan kepada oknum polisi.

SURYA.CO.ID/Sugiharto
Anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya menunjukkan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 8,5 Kg, senjata api, mobil dan uang ratusan juta rupiah di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/3/2021).  

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang bandar narkoba di Jawa Timur, M Ali Usman, mengaku telah menyetorkan uang setiap bulan kepada oknum polisi.

Dilansir dari Tribunnews, jumlah setoran Ali Usman berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan.

"Saya serahkan di sana, sudah berjalan enam bulan. Beda-beda nominalnya. Untuk japrem (Jatah premen, red)," kata tersangka.

Pihak Pengamanan Internal Polri pun segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran pengakuan bandar narkoba tersebut. 

Baca juga: Banyak Utang setelah Gagal Nyaleg yang Kedua, Mantan Anggota DPRD Banting Setir Jadi Kurir Narkoba

"Benar Paminal mengamankan tiga oknum polisi. Namun tidak ada yang perwira. Semuanya anggota (bintara)," kata Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, dilansir dari Surya.co.id.

Hartoyo menyebut, tiga oknum anggota polisi itu terdiri dari dua oknum Polsek Simokerto dan satu oknum Polsek Bubutan Surabaya.

Kronologi

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menangkap tersangka jaringan Jambi.

Dari pendalaman kasus tersebut, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan tersangka lain bernama Achmad Taufik (32) yang merupakan warga Nganjuk.

Baca juga: Satu Keluarga Ditangkap karena Kasus Narkoba, Anak dan Menantunya Bandar, Orangtua Jadi Pengedar

Dari keterangan Taufik itu, polisi mendapatkan nama Ali Usman sebagai kurirnya di Surabaya.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved