Breaking News:

Viral Video Detik-detik Bus Sri Padma Kencana sebelum Masuk Jurang dan Tewaskan 27 Orang

Viral di media sosial, momen sebelum bus Sri Padma Kencana mengalami kecelakaan maut.

Capture Instagram @aslisumedang
Rekaman CCTV sebelum bus Sri Padma Kencana terguling di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. 

TRIBUNPAPUA.COM - Viral di media sosial, momen sebelum bus Sri Padma Kencana mengalami kecelakaan maut.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @aslisumedang, Kamis (11/3/2021).

Diketahui bus bernomor polisi T 7591 TB itu terguling masuk jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kondisi terkini bus yang masuk jurang di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap, RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021).
Kondisi terkini bus yang masuk jurang di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap, RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021). (Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin)
Diketahui bus pariwisata tersebut berangkat dari Cisalak, Subang menuju Pamijahan, Tasikmalaya.

Kemudian bus kembali dalam perjalanan pulang dari Tasikmalaya menuju Subang melewati Wado, Sumedang.

Momen ketika bus itu melewati wilayah Wado terekam dalam CCTV milik sebuah warung tahu di Cilengkrang, Wado.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas ada dua lajur dalam jalan yang sempit itu.

Di layar rekaman CCTV terlihat waktu menunjukkan 18.16 WIB.

Bus Padma sempat berpapasan dengan sebuah mobil pick up yang mengangkut barang.

Bus berwarna silver tersebut menyalakan lampu dengan terang.

Saat berpapasan, kedua kendaraan itu sempat melambatkan lajunya.

Di satu sisi jalan tampak pepohonan lebat, sementara di sisi lain berderet rumah warga.

Sejumlah kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor mengikuti di belakang bus Padma.

Seluruh kendaraan berjalan perlahan-lahan mengingat kondisi jalan yang sempit dan hanya terdiri dari dua lajur.

Baca juga: Pengakuan Bandar Narkoba yang Tertangkap, Kerap Setor Jatah Preman ke Polisi Tiap Bulan

Hingga Kamis malam, video itu telah ditonton lebih dari 29 ribu kali.

Dikutip dari TribunJabar.id, Danpos Koramil Wado, Pelda Nandang, menceritakan kronologi kecelakaan bus tersebut.

Bus itu terguling masuk jurang di Tanjakan Cae sedalam lebih dari 5 meter pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saat itu, bus dari arah Malangbong, Kabupaten Garut, menuju Sumedang mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae yang berada di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi," ungkap Nandang.

Setelah mendapat laporan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi, langsung mengirim tim reaksi cepat (TRC) disertai 20 ambulans beserta alat medis darurat untuk membantu mengevakuasi korban.

"Kami siapkan posko di Pasir Laja untuk memudahkan koordinasi dengan tim TRC dan Muspika Kecamatan Cisalak, dan juga para keluarga korban," kata Maxi.

Simak videonya mulai dari awal:

Korban Selamat Ungkap Bus Padma Ganti Jalur sebelum Lewat Tanjakan Cae

Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae.

Dilansir TribunWow.com, diketahui bus bernomor polisi T 7591 TB itu terguling masuk jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Diketahui bus itu berangkat dari Cisalak, Subang menuju Pamijahan, Tasikmalaya.

Kemudian bus kembali dalam perjalanan pulang dari Tasikmalaya menuju Subang melewati Wado, Sumedang.

"Tadinya gini, biasanya 'kan lewat Nagrek, 'kan sudah biasa keluar Nagrek," jelas Imam, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/3/2021).

Setelah itu peserta rombongan memberi usul agar mereka berpindah jalur lewat Bandung.

Usulan itu disepakati.

Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae, Kamis (11/3/2021).
Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae, Kamis (11/3/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Pengakuan Bandar Narkoba yang Tertangkap, Kerap Setor Jatah Preman ke Polisi Tiap Bulan

Namun kembali ada yang mengusulkan agar rombongan melewati Wado saja.

"Setelah itu ada inisiatif dari kawan-kawan, bagaimana (kalau lewat) jalur Bandung? Oke, jalur Bandung," papar Imam.

"Terus dari teman-teman ada inisiatif lagi. Kalau jalur Bandung, gimana kalau jalur Wado? Kira-kira sanggup enggak sopirnya?" lanjutnya.

Namun dalam perjalanan, justru tercium bau terbakar dari kampas rem.

Bus kemudian oleng dan masuk ke jurang sedalam 5 meter.

"Dari awal kampas rem itu sudah tercium bau sangit," ungkap Imam.

"Lalu kita memutuskan melalui jalur (Wado), katanya.

"Mungkin jalur Wado terlalu curam. Di situlah pertama (bus) oleng dulu, lalu dengan kecepatan yang luar biasa (jatuh ke jurang)," ungkap dia.

Dikutip dari Kompas.tv, sopir sempat panik karena tiba-tiba bus melaju terlalu kencang.

"Iya, pas jalur menurun, pas belokan kalau nggak salah, itu kenceng. Kayaknya panik sopirnya," kata Imam.

Menurut imam, awalnya kendaraan dalam kondisi baik.

Namun sejak mulai tercium bau sangit kampas rem, kendaraan mulai tidak dapat dikendalikan sampai akhirnya terjadi kecelakaan maut.

"Kita enggak ada kendala sebetulnya, mobil dalam keadaan prima. Tapi entah mengapa dalam perjalanan tercium bau. Saya tanyakan, ini kenapa mobil bau? Ini biasanya kampas remnya masih baru," papar Imam.

"Ya sudah kalau gitu mah, berarti baguslah nggak ada masalah. Itu terasa pas pulang," tambah dia.

Akibat peristiwa tragis itu, 27 orang meninggal dunia.

Kementerian Perhubungan juga melakukan investigasi terhadap kecelakaan maut itu.

(TribunWow.com/Brigitta)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved