Breaking News:

KKB Papua

Anggota Komisi I DPR: KKB di Papua Penuhi Unsur untuk Disebut sebagai Teroris

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mendukung wacana redefinisi KKB dan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Papua.

Istimewa
Ilustrasi KKB - Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mendukung wacana redefinisi KKB dan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Papua. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua terus berulah.

Terakhir, KKB menyandera pilot dan penumpang pesawat Susi Air selama 2 jam.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mendukung wacana redefinisi KKB dan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Papua.

Bobby menilai KKB atau KSB bisa disebut pelaku terorisme.

"Saya setuju dan mendukung wacana ini. Kelompok bersenjata di Papua, apakah disebut KKB atau KSB, sejatinya adalah para pelaku atau terduga pelaku terorisme," kata Bobby kepada wartawan, Senin, (15/3/2021).

"Mereka melakukan teror, menebar ancaman, menyandera, membunuh, menyiksa dan menculik warga sipil, dengan motif politik. Maka, mereka adalah teroris."

Baca juga: Penyanderaan Pesawat oleh KKB Dipicu soal Dana Desa, Wamendes PDTT: Tak Pantas, Aparat Harus Tegas

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah dan kali ini menembak seorang warga sipil, Ramli (32 th) di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (8/2/2021).
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah dan kali ini menembak seorang warga sipil, Ramli (32 th) di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (8/2/2021). ((TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI))

Menurut Politikus Golkar ini meredifinisi KKB dan KSB di Papua merupakan bagian dari upaya penanggulangan aksi kekerasan di Papua secara komprehensif dan terstruktur.

"Ini bisa menjadi konstruksi sosial politik penengah di mana kriminal dengan ‘sedikit’ arsenal persenjataan adalah wewenang polisi, sedangkan separatis adalah penanganan secara militer dilihat dari motif," ujar Bobby.

Ia berharap dengan adanya redifinisi tersebut bisa mempercepat upaya menurunkan tensi ketegangan di Papua dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Sehingga menurutnya kesejahteraan di Papua dan Papua Barat segera terwujud.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved