Breaking News:

400 Personel TNI-Polri Disiagakan di Boven Digoel Pasca-Putusan MK terkait Sengketa Pilkada

400 personel gabunganTNI-Polri disiagakan di Boven Digoel untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif pasca-putusan MK terkait sengketa pilkada

Humas Polda Papua
Sekitar 400 personel gabunganTNI-Polri disiagakan di Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada di kabupaten tersebut, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNPAPUA.COM - Sekitar 400 personel gabungan TNI-Polri disiagakan di Kabupaten Boven Digoel, Papua, untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada di kabupaten tersebut, Selasa (23/3/2021).

Ratusan personel itu didatangkan dari Polres Boven Digoel, Brimob BKO dari Makasar, dan anggota TNI-Polri yang ada di Merauke.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal berharap situasi di Boven Digoel tetap kondusigf.

"Kami selalu berharap bahwa proses demokrasi ini sedang berjalan dan MK memberikan waktu sekitar 90 hari untuk melaksanakan PSU tanpa pendukung YY (Yusak Yaluwo/Yakobus Weremba) dan mudah-mudahan apa yang menjadi putusan MK ini dimengerti dan dipahami sehingga proses demokrasi ke depan akan berjalan aman dan kondusif," kata Kamal kepada TribunPapua.com.

Baca juga: Ratusan Personel TNI-Polri Disiagakan Jelang Putusan MK terkait Sengketa Pilkada Boven Digoel

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal. ((KOMPAS.com/DHIAS SUWANDi))

Putusan MK terkait sengketa pilkada di Kabupaten Boven Digoel yang dibacakan pada Senin (22/3/2021) malam.

Majelis Hakim MK telah membacakan putusan terkait dengan perkara nomor 132/PHP.BUP-XIX/2021 Kabupaten Boven Digoel yang intinya adalah Melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tanpa mengikut sertakan Paslon Nomor 04 (Yusak Yaluwo/Yakobus Weremba).

Pascaputusan MK di Kabupaten Boven Digoel, Senin (22/3/2021) malam, sempat diwarnai penolakan dari pendukung YY yang merasa kecewa.

Mereka membakar ban serta kayu balok di depan kediaman pasangan calon nomor 04 sambil berteriak menolak pelaksanaan pemilihan ulang.

Baca juga: Sempat Ditunda karena Alasan Keamanan, Pilkada Boven Digoel akan Digelar pada 28 Desember

"Namun, setelah dilakukan negosiasi dan diberikan pengertian kepada massa di sana, massa tersebut mau mengikuti apa yang menjadi kehendak dan keinginan kita," kata Kamal.

Selanjutnya personel gabungan langsung melakukan pemadaman terhadap ban yang di bakar tersebut.

Berita lainnya terkait Pilkada Boven Digoel

(Kontributor TribunPapua.com/Musa Abubar)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved