Breaking News:

Badan Pengelola Perbatasan Sebut Ada 1.000 Jalan Tikus dari Papua yang Tembus ke Perbatasan PNG

Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, menyebutkan ada sekitar 1.000 jalan setapak langsung tembus ke PNG.

(TribunPapua.com/Musa Abubar)
Kepala Bidang Hubungan Kerjasama Luar Negeri Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Emma Duwiri 

TRIBUNPAPUA.COM - Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, menyebutkan ada sekitar 1.000 jalan setapak atau jalan tikus yang langsung tembus ke perbatasan Papua Nugini (PNG).

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Hubungan Kerjasama Luar Negeri Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Emma Duwiri.

Namun, Emma mengatakan tak semua jalan tikus tersebut terdata dengan akurat.

"Karena, jalan setapak yang masuk ke wilayah perbatasan saja sudah banyak, contoh seperti Kota Jayapura saja sudah banyak, belum lagi di daerah lain yang juga berbatasan langsung dengan PNG," ujar Emma kepada TribunPapua.com di Jayapura, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Kantor Imigrasi Papua Proses Hukum 116 WNA Sepanjang 2020, 90 Persen asal Papua Nugini

Jalan setapak ini, kata Emma, rawan dengan tindak kejahatan.

Misalnya di wilayah selatan Papua sering terjadi pembunuhan dan transaksi narkoba.

"Masalah perbatasan untuk pengawasan orang asing ini sangat rawan, karena sangat terbuka, tidak seperti di China yang tembok untuk membatasi," katanya.

Sementara perbatasan Papua Nugini, menurut Emma, terbuka sepanjang 860 kilo meter.

"Jadi, jalur-jalur resmi yang sudah diatur oleh kedua negara ini masih sangat terbuka untuk masyarakat bebas keluar masuk," ujarnya.

Di wilayah utara, orang PNG yang mempunyai hak ulayat wilayah adat sampai ke wilayah Indonesia.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Gelar Program Polisi Pi Ajar untuk Anak-anak di Perbatasan RI-PNG

"Jadi, saat mereka mau berburu dan bertani, mereka juga harus datang ke wilayah tersebut," katanya.

Sementara di wilayah selatan, hak ulayat Indonesia yang masuk ke wilayah PNG.

"Orang-orang Indonesia juga bebas masuk untuk berkebun dan bertani di wilayah PNG," ujarnya.

Emma menambahkan, daerah yang berbatasan langsung dengan PNG yakni Kabupaten Boven Digoel, Merauke, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

(Kontributor TribunPapua.com/Musa Abubar)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved