Breaking News:

Tiga Kabupaten di Papua Bakal Kehabisan Vaksin Sinovac, dr Aaron: Ini Sejarah

Tiga Kabupaten di Papua yakni Kabupaten Mimika, Merauke dan Kabupaten Jayapura bakal kehabisan Vaksin Sinovac.

AFP/Nelson Almeid
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. 

TRIBUNPAPUA.COM - Tiga Kabupaten di Papua yakni Kabupaten Mimika, Merauke dan Kabupaten Jayapura bakal kehabisan Vaksin Sinovac.

Apabila habis, Papua mencetak sejarah selama dunia vaksin di wilayah paling timur indonesia ini.

"Papua akan cetak sejarah, kalau tidak Senin (29/3/2021) atau Selasa dan Rabu (30-31/3/2021) Vaksin Sinovac yang dikirim ke Kabupaten Mimika, Merauke dan Kabupaten Jayapura bakal habis," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum kepada Tribunpapua.com di Jayapura, Senin (29/3/2021).

Menurut dia, perlu diketahui bahwa tiga kabupaten itu akan mencetak sejarah karena beberapa hari ke depan Vaksin Sinovac bukan Vaksin AstraZeneca akan habis.

Direktur RSUD Nabire, dr Andreas Pekey
Direktur RSUD Nabire, dr Andreas Pekey ((Tribunpapua.com/Musa Abubar))

Baca juga: Direktur RS Anton Toni Mote Dilantik Jadi Pejabat Bupati Nabire, Wagub Papua: Ini yang Terakhir

Lanjut dia, tiga kabupaten itu akan mencetak sejarah selama dunia imunisasi di Papua.

"Jangan melihat jumlah vaksin yang didrop ke tiga kabupaten itu, intinya didrop secara bertahap dan masa expired-nya pada Agustus 2021 bukan seperti Vaksin AstraZeneca yang expired-nya Mei 2021," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk kabupaten-kabupaten yang sudah menggunakan vaksin Sinovac, terutama tiga kabupaten ini, dalam Senin atau Selasa dan Rabu, Vaksin sinovac yang digunakan bakal habis.

"Itu cerita tentang kesuksesan vaksinasi Covid-19 di Papua, kalau habis, droping terlambat berarti kita sukses," ujarnya.

Menurutnya, Vaksin Sinovac yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan untuk Papua sekitar 7.000 lebih vial Vaksin Sinovac lalu didistribusikan ke 28 kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Setelah beberapa tokoh penting mendapatkan vaksin perdana pada Rabu (13/1), kini vaksinasi Covid-19 diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan dan memberikan contoh teladan kepada masyarakat. Keikutsertaan aktif mereka dalam kegiatan vaksinasi memberikan jaminan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac memang aman.
Petugas medis menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Setelah beberapa tokoh penting mendapatkan vaksin perdana pada Rabu (13/1), kini vaksinasi Covid-19 diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan dan memberikan contoh teladan kepada masyarakat. Keikutsertaan aktif mereka dalam kegiatan vaksinasi memberikan jaminan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac memang aman. (Tribunnews/Jeprima)

"Stok untuk provinsi sekitar 3.000 lebih vial tapi sudah habis, kami minta ke Kementerian Kesehatan tetapi masih mempertimbangkan, sehingga kami minta ke Kota Jayapura, karena Kota Jayapura yang paling banyak yakni 2.430 vial Vaksin Sinovac," katanya.

Ia menyebutkan, memang tugas Dinas Kesehatan Provinsi bertugas untuk menyalurkan vaksin secepatnya ke kabupaten/kota yang membutuhkan.

"Vasin Sinovac di Kabupaten Jayapura juga sudah habis dan kami suruh minta ke Kota Jayapura, kami sudah minta ke Kementerian Kesehatan tetapi belum dikasih, itu yang saya menolak pemberian Vaksin AstraZeneca," tambah dia.

Berita lain terkait Papua

(Kontributor TribunPapua.com/Musa Abubar)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved