Breaking News:

Sempat Viral, Seruan Bakar Bendera Merah Putih di Facebook di Jayapura Kini Berujung Penjara

Kasus video live streaming berisi ajakan membakar bendera merah putih yang sempat viral di media sosial, kini berakhir dengan penahanan.

Kompas.com/ Nazar Nurdin
ILUSTRASI Bendera Merah Putih - Kasus video live streaming berisi ajakan membakar bendera merah putih yang sempat viral di media sosial, kini berakhir dengan penahanan. 

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyayangkan kejadian tersebut.

Apalagi hal itu dilakukan oleh pemuda yang seharusnya mampu berkarya bagi Tanah Air.

“Kepada pemuda pemudi baik Papua maupun di seluruh negeri, agar gunakan media sosial dan hanphone kalian dengan bijak. Negara Indonesia adalah negara hukum, segala bentuk pelanggaran yang dilakukan baik secara offline maupun online akan berhadapan dengan hukum. Kebebasan berpendapat ada, bagi mereka yang bertanggung jawab. Saring, sebelum sharing," kata Iqbal.

Baca juga: Nasib 3 Wanita yang Viral Gunting Bendera Merah Putih, Jadi Tersangka dan Terancam 5 Tahun Penjara

Iqbal menyebut, video pembakaran bendera sang saka merah putih telah melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Bab VII Pasal 66 disebutkan dengan jelas ada sanksi pidana yang menunggu bagi pelaku pembakaran Merah Putih.

"Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghinda, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a , dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000".

Namun, karena pelaku menggunakan media Facebook, maka pelaku akan dijerat dengan UU ITE karena memenuhi pasal pemunculan kebencian/SARA. Yaitu pasal Pasal 28 ayat (2) UU ITE, yang hukumannya diatur dalam Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016.

"Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar." (*)

Berita lainnya terkait Papua

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved