Breaking News:

Temannya Ditembak Mati Aparat Myanmar saat Berlari Bergandengan Tangan, Bocah Ini Menangis Pilu

Teman-teman dari seorang bocah 13 tahun yang jadi korban penembakan oleh aparat Myanmar, menangis meratapi nasib korban.

(TWITTER/HtetHak via Daily Mail)
Seorang bocah menangisi jenazah temannya yang ditembak mati aparat Myanmar di Yangon, pada 27 Maret 2021. 

Kematian Sai Wan diratapi oleh ibunya. "Engkau tega meninggalkan ibumu. Bagaimana aku bisa hidup tanpamu anakku?" isaknya.

Sai Wan merupakan satu dari setidaknya 114 orang korban tewas dalam demonstrasi yang berlangsung Sabtu.

Baca juga: Cerita Polisi Myanmar yang Tak Mau Tembak Demonstran, Membangkang dari Atasan dan Mengungsi ke India

Presiden AS Joe Biden menyuarakan dengan keras hari paling berdarah sejak junta militer melakukan kudeta 1 Februari lalu.

Junta membunuh lebih dari 500 orang, termasuk anak-anak, dalam penindakan brutal merespons unjuk rasa menentang kudeta.

"Ini benar-benar mengejutkan. Dari laporan yang saya dapatkan, mereka membunuh warga yang tak bersalah," kecam Biden.

Adapun Uni Eropa melalui diplomat topnya, Josep Borrell, menyoroti junta yang malah berpesta di saat tentaranya membantai ratusan warga sipil.

Berita lain tentang Myanmar

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak Ini Menangisi Temannya yang Ditembak Mati Aparat Myanmar"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved