Breaking News:

7 Fakta Lukas Enembe ke Papua Nugini Berujung Deportasi, Akui Berobat hingga Dijemput TNI-Polri

Gubernur Papua Lukas Enembe dideportasi oleh pemerintah PNG karena menembus perbatasan wilayah lewat jalur ilegal atau jalur tikus.

(Tribun-papua.com/Musa Abubar)
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memeriksa kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw 

TRIBUNPAPUA.COMGubernur Papua Lukas Enembe dideportasi oleh pemerintah Papua Nugini (PNG) karena menembus perbatasan wilayah lewat jalur ilegal hingga tak punya izin tinggal.

Lukas Enembe, bersama dua orang kerabatnya masuk ke Papua Nugini (PNG) menggunakan jasa pengemudi ojek.

Lukas Enembe pun tinggal secara ilegal selama dua hari di Vaniamo.

Berikut sejumlah fakta dalam kasus deportasi Gubernur Papua Lukas Enembe:

1. Naik ojek lewat jalan tikus, sempat jalan kaki

Sopir ojek bernama Hendrik (nama samaran) menceritakan, mulanya ada tiga orang yang meminta dirinya untuk mengantar, Rabu (31/3/2021).

Salah satu dari mereka lalu memanggil Hendrik untuk mengantarkan mereka.

Ketiganya, kata Hendrik, sempat terlihat berjalan kaki.

"Ada tiga orang, sebelum antar, sempat ketiganya jalan kaki yang kemudian saya antar padahal sudah mau dekat dengan tujuan mereka masuk ke PNG," kata Hendrik di Jayapura, Jumat (2/4/2021).

Dia lalu mengantarkan para penumpang melalui jalan tikus menuju PNG.

Baca juga: Fakta Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi dari PNG, Naik Ojek hingga Tak Punya Izin Tinggal

Gubernur Lukas Enembe saat dikawal melewati PLBN Skouw, Jumat (2/4/2021).
Gubernur Lukas Enembe saat dikawal melewati PLBN Skouw, Jumat (2/4/2021). ((Tribun-Papua.com/Musa Abubar))

 

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved