Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Minta Tebusan Uang, Bupati Puncak Willem Wandik Terpaksa Penuhi: Jenazah Mulai Membusuk

Bupati Puncak Willem Wandik melakukan negosiasi dengan KKB yang berada di Lapangan Terbang Beoga, Sabtu (10/4/2021) pagi.

(Istimewa)
Lokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Bupati Puncak Willem Wandik melakukan negosiasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada di Lapangan Terbang Beoga, Sabtu (10/4/2021) pagi.

Hak ini lantaran proses evakuasi dua jenazah dan lima guru, serta dua balita dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang berlangsung alot.

KKB pimpinan Sabinus Waker inilah yang sebelumnya menembak Oktovianus Rayo, guru SD Inpres Beoga dan Yonatan Randen, guru SMPN 1 Beoga, hingga tewas pada Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Ceritakan Detik-detik Lolos dari Penembakan KKB Papua, Kepala Sekolah Junaedi: Saya Masih Bisa Lolos

"Ini perlu penanganan khusus karena menyangkut jenazah dan situasi di sana sehingga tadi mulai jam 6 pagi kita mulai komunikasi terus supaya jenazah ini bisa dievakuasi," ujar Wandik ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu sore.

Sejak Jumat (9/4/2021), beredar informasi bila KKB menduduki Lapangan Terbang Beoga dan meminta uang tebusan agar mereka membiarkan pesawat masuk untuk mengevakuasi jenazah.

Hal tersebut dibenarkan Wandik yang mengaku sudah berusaha bernegosiasi dengan KKB yang sebenarnya berbasis di Intan Jaya tersebut.

"Setelah negosiasi, apa yang mereka (KKB) minta untuk bisa jenazah keluar (dievakuasi) maka mereka minta sesuatu (uang), sehingga dengan hati yang berat, dengan pertimbangan kemanusiaan karena jenazah mulai membusuk, mau tidak mau kita penuhi permintaanya," aku Wandik.

"Negara tidak pernah kalah, ini hanya karena faktor kemanusiaan maka kita penuhi permintaan mereka," sambungnya.

Sebelum memenuhi permintaan KKB, Wandik mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri.

Selain mengevakuasi jenazah, ia memastikan pesawat SAS milik Pemkab Puncak juga diberi keleluasaan untuk mengirim bahan pokok ke Beoga.

Baca juga: Sosok KKB Nau Waker alias Tidak Jadi Waker yang Tembak Guru di Papua hingga Tewas

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved