Breaking News:

KKB Papua

KKB Persulit Akses Penerbangan, Proses Evakuasi Guru Keluar dari Beoga Alami Kendala

Bupati Puncak Willem Wandik menyebut kendala utama proses evakuasi guru dari Beoga adalah karena KKB mempersulit akses penerbangan.

Tribunnews.com/istimewa
Bupati Puncak Papua Willem Wandik 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Bupati Puncak Willem Wandik menyebut kendala utama proses evakuasi guru dari Beoga, Kabupaten Puncak, adalah karena kelompok kriminal bersenjata (KKB) mempersulit akses penerbangan.

Para guru yang merupakan warga pendatang tersebut diketahui meminta dievakuasi keluar dari Beoga setelah setelah penembakan yang dilakukan KKB terhadap dua guru di wilayah tersebut.

"Yang menjadi masalah evakuasi tenaga guru di Beoga adalah masalah transportasi tidak seperti di dalam kota  jadi akses keluar masuk juga agak susah, soal biaya juga harus dipertimbangkan," kata Wandik ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Senin (12/4/2021).

Sebelumnya, jenazah dua guru yang jadi korban penembakan KKB pekan lalu mengalami kendala evakuasi karena lapangan terbang di sana dikuasai KKB.

Baca juga: Satu Peleton Brimob Tiba di Timika untuk Dikirim ke Beoga, Kapolda: Kita Pastikan Dulu Bandara Aman

Akses keluar masuk pesawat menjadi sulit karena KKB dikhawatirkan melakukan penembakan.

Namun, setelah negosiasi alot dan membayar tebusan uang yang diminta KKB, Wandik menyebutkan bahwa jenazah kedua korban bisa dievakuasi menggunakan pesawat.

Lebih lanjut, Wandik mengatakan perlu pengkajian lebih lanjut apakah penyerangan yang dilakukan KKB adalah untuk mencari uang atau ada motif lain.

Menurut Wandik, KKB selalu dilindungi masyarakat sehingga TNI-Polri kesulitan mengambil tindakan.

"Nah inilah yang menjadi kesulitan, untuk itu kalau memang ingin perang alangkah baik siapkan lapangan untuk perang," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved