Breaking News:

KKB Papua

Kesulitan Penerbangan Pasca-teror KKB, 46 Warga Puncak Belum Dievakuasi dari Beoga

Sebanyak 46 warga belum dievakuasi dari Distrik Beoga pasca-penembakan dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  didaerah tersebut.

(Tribun-papua.com/Musa Abubar)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 46 warga belum dievakuasi dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran penerbangan ke daerah itu sulit pasca-penembakan dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  didaerah tersebut.

"Untuk perkembangan di Beoga baru komunikasikan dengan Bupati mengatur bagimana supaya penerbangan bisa masuk," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa (13/4/2021).

Menurut dia, hingga kini proses evakuasi terhadap 46 warga itu belum dilakukan lantaran penerbangan sipil yang diharapkan sulit masuk ke Beoga.

Baca juga: Sanggupi Permintaan KKB Papua, Bupati Puncak Willem Wandik Menegaskan: Negara Tidak Pernah Kalah

Lanjut dia, jumlah warga yang hendak dievakuasi dari Beoga lantaran trauma sebanyak 46 orang, tidak sampai 49 orang.

"Kita berharap penerbangan sipil kalau penerbangan pesawat lain belum ada yang berani masuk ke Distrik Beoga," ujarnya.

Namun, kata dia, diharapkan dengan adanya komunikasi dengan Bupati Puncak Willem Wandik, ada penerbangan pesawat yang berani masuk ke Distrik Beoga.

"Kita berharap, hari ini ada penerbangan pesawat yang bisa masuk ke Beoga, mungkin besok sudah bisa dievakuasi," katanya.

Terkait kontak senjata, menurut dia, sudah tidak lagi terjadi di Distrik Beoga dan di Ilaga, termasuk helikopter yang dibakar mukanya sudah bisa turun ke Mimika.

Kapolsek Beoga, Ipda Ali Akbar mengatakan hingga Selasa siang, KKB masih melepaskan tembakan ke arah Koramil Beoga.

Halaman
12
Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved