Breaking News:

KKB Papua

Kesulitan Penerbangan Pasca-teror KKB, 46 Warga Puncak Belum Dievakuasi dari Beoga

Sebanyak 46 warga belum dievakuasi dari Distrik Beoga pasca-penembakan dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  didaerah tersebut.

(Tribun-papua.com/Musa Abubar)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri 

"Tadi terakhir jam 10 pagi mereka masih tembak sekitar empat kali lalu sempat dibalas oleh aparat, tapi itu cuma gertakan saja," kata dia.

Baca juga: KKB Menyerang Suaminya, Natalina Terpaksa Sembunyi di KM: Pintu Ditendang, Kami hanya Diam Berdoa

Menurut dia, posisi keberadaan KKB di Beoga ada di posisi ketinggian yang tepat berada di ujung bandara.

Di posisi teraebut, KKB memiliki jarak tembak cukup dekat ke pesawat terbang yang akan mendarat di Beoga.

Dikabarkan sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menguasai Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pergeseran pasukan dan evakuasi warga masih terkendala.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (8/4/2021) pukul 09.30 WIT, di mana KKB pimpinan Sabinus Waker menembak mati seorang guru SD bernama Oktovianus Rayo (42) saat korban berada didalam kiosnya.

Kemudian, KKB lainnya menembak mati Yonatan Randen, guru di Distrik Beoga, Jumat (9/4/2021). Korban tewas ditembak di rumahnya.

(*)

Berita lain tentang KKB Papua

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved