Breaking News:

Virus Corona di Papua

Satgas Covid-19 Papua Sebut Libur Lebaran Beresiko Picu Lonjakan Kasus Corona

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papu, Willem Manderi khawatir libur lebaran beresiko memicu lonjakan kasus Virus Corona.

(Tribunpapua.com/Musa Abubar)
Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua Willem Manderi 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papu, Willem Manderi khawatir libur lebaran beresiko memicu lonjakan kasus Virus Corona.

Ia mengimbau, jangan sampai libur lebaran menimbulkan kasus baru penyebaran Covid-19 di Papua.

"Ini kan sudah masuk bulan puasa, di dalam Surat Edaran Menteri Agama dan Menteri Perhubungan, ditetapkan bahwa pada 6-17 Mei 2021 tidak boleh ada aktifitas penerbangan terkecuali ada kepentingan lain," kata Willem Manderi kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Ibadah Puasa di Bulan Ramadan, Kapolda Papua: Kepolisian Tetap Lakukan Tugas Negara

Seluruh transportasi, kata dia, baik transportasi darat, laut dan udara tidak diperbolehkan untuk bergerak dan ini akan ditindaklanjuti di daerah yang menjadi pintu masuk ke papua.

"Kabupaten Mimika, Merauke, Jayawijaya, Kabupaten Jayapura, Biak dan Kabupaten Nabire itu bakal di jaga ketat," ujarnya.

Lanjut dia, kedepan Pemprov Papua dalam hal ini Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dan forkopimda akan rapat bersama para bupati di 29 kabupaten/kota membahas pelaran mudik tersebut.

Menurutnya, rapat koordinasi ini dilakukan agar pemerintah kabupaten/kota dapat menerjemahkan instruksi pemerintah pusat sesuai dengan pemahaman masing-masing kepala daerah.

"Sehingga kita di Papua aman serta menekan penyebaran Virus Corona, jangan sampai libur lebaran memicu bertambahnya kasus kematian atau positif Covid 19," katanya.

Baca juga: Kesulitan Penerbangan Pasca-teror KKB, 46 Warga Puncak Belum Dievakuasi dari Beoga

Untuk itu, tambah dia, tingkat koordinasi dengan para Bupati dan Wali Kota harus dilakukan agar semua sependapat dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi terkait pelarangan mudik.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan masyarakat Papua diharapkan membantu pemerintah untuk tidak mudik lebaran.

"Kita berharap masyarakat yang ada di Papua, bisa membantu pemerintah untuk tidak mudik ke kampung halamannya karena pemerintah sangat khawatir jangan sampai ada klaster baru di libur lebaran," ujarnya.

(*)

Berita lain tentang Papua

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved