Breaking News:

KKB Papua

Natalina Ceritakan Detik-detik Suaminya Tewas Ditembak KKB: Saya Lihat Almarhum Sudah Terkapar

Duka mendalam dirasakan keluarga 2 orang guru korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Humas Polda Papua
Proses evakuasi dua guru yang jadi korban pembakan KKB dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, ke Mimika. 

“Kami menangis sampai besoknya dan menunggu pesawat tetapi tidak masuk karena bandara sudah dikuasai oleh KKB. Besoknya lagi tidak bisa lagi karena mereka meminta tebusan Rp 5 juta dan kami sanggupi dengan cara kumpul uang namun dia malah menolak dan meminta Rp 20 juta. Begitu terkumpul Rp 20 juta ia menolak lagi, besoknya dia minta Rp 500 juta, kami semua pusing mau ambil di mana,” ungkap Natalina.

Natalina menyebut, setelah ditebus Rp 500 juta dan uang sampai di tangan KKB maka sudah bisa mengontak pesawat di Ilaga untuk mengevakuasi jenazah.

“Jadi kami terbang dari Beoga sekitar jam 12.00 WIT, itupun kondisi sudah berkabut dan yang bisa dievakuasi hanya jenazah dan keluarganya, yang lain kasihan masih tinggal di sana,” sebut Natalina.

Diketahui, kedua jenazah korban kekerasan KKB  tersebut tiba di Toraja setelah diberangkatkan dari Timika menggunakan pesawat hingga ke Bandara Hasanuddin Makassar kemudian dilanjutkan melalui perjalanan darat menggunakan ambulans ke Kabupaten Toraja Utara.

Berita lainnya terkait KKB Papua

(Kompas.com/Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Isak Tangis Sambut Jenazah 2 Guru yang Ditembak KKB, Istri Histeris dan Pingsan

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved