Breaking News:

KKB Papua

Cerita Djelita Pamean Selamat dari Serangan KKB di Beoga, Sempat Kena Bacok: Saya Dapat 30 Jahitan

Djelita Pamean menjadi korban selamat dalam aksi penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

tribun-timur.com/tommy paseru
Adik Ipar Oktovianus Rayo, Djelita Pamean yang selamat dari KKB Papua meski tangan dan leher disabet parang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Djelita Pamean menjadi korban selamat dalam aksi penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Wanita asal Toraja Utara itu merupakan adik ipar Oktovianus Rayo, guru yang tewas ditembak KKB di Beoga.

Kepada Tribun Timur saat ditemui di rumahnya di Sa'dan Pebulian Toraja Utara,  Djelita menceritakan bagaimana dirinya bisa selamat saat peristiwa tersebut.

Saat itu, ia sementara menjaga kios milik Oktovianus. Namun tiba-tiba seorang pria yang ia tidak dikenal menghampirinya. 

Pria tersebut menanyakan keberadaan Oktovianus. 

Baca juga: Isak Tangis di Pemakaman Guru Korban KKB, sang Ayah Pingsan hingga Dihadiri Ratusan Pelayat

Pemakaman Yonathan Renden, guru SD asal Toraja Utara yang jadi korban penembakan KKB Papua diwarnai isak tangis, Rabu (14/4/2021).
Pemakaman Yonathan Renden, guru SD asal Toraja Utara yang jadi korban penembakan KKB Papua diwarnai isak tangis, Rabu (14/4/2021). (Tribun Timur)

"Dia datang cari kakak (Oktovianus), saya bilang tidak ada lagi di pasar, tapi setelah itu ia diam dan terus berdiri di depan kios," kata Djelita, Selasa (13/4/2021). 

Karena fokus di kios jualan, Djelita pun tak menghiraukan pria tersebut. 

Tak lama setelah itu, pria tersebut mengambil parang yang ia sembunyikan di belakang bajunya lalu masuk ke dalam rumah. 

Ia juga langsung membacok Djelita. Beruntung Djelita sempat menangkis parang itu. 

Namun parang mengenai leher dan telapak tangan sebelah kiri Djelita. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved