Breaking News:

Satgas Nemangkawi Sebut Warga Beoga Bukan Mengungsi tapi Diamankan: Harus Dibedakan

Wakasatgas Hubungan Masyarakat (Humas) Nemangkawi AKBP Arif Fajar Satria, membantah bahwa warga Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua mengungsi.

Kompas.com/Istimewa
Lokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Wakil Satuan Tugas (Wakasatgas) Hubungan Masyarakat (Humas) Nemangkawi AKBP Arif Fajar Satria, membantah bahwa warga Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua mengungsi.

Hal ini karena sebelumnya ada serangkaian kasus penembakan dan pembakaran di wilayah tersebut.

"Jadi, harus dibedakan soal kata pengungsi dan diamankan. Kasus warga yang keluar dari Beoga itu adalah diamankan bukan mengungsi," kata Arif ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Kapolda Papua Sebut 40 Warga Sudah Dievakuasi dari Beoga ke Mimika: Logistik Juga Sudah Tiba

Dia mengatakan, sejumlah warga termasuk guru dan tenaga medis yang dibawa ke Mimika, Kabupaten Mimika adalah yang diamankan oleh pihak aparat gabungan TNI-Polri.

"Kalau pengungsi itu adalah warga secara bersama-sama atau berbondong-bondong keluar dari suatu daerah karena konflik," ujarnya.

Lanjut dia, sedangkan yang terjadi di Beoga adalah warga yang sebelumnya sudah diamankan oleh TNI-Polri dan dibawa ke Mimika.

Sebelumnya, pada Rabu (14/4/2021) delapan orang dievakuasi termasuk dua orang balita.

Evakuasi warga sipil dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban sekaligus memberikan trauma healing.

"Puji Tuhan kami sudah keluar dari Beoga," ungkap Maria salah satu warga yang dievakuasi.

Baca juga: Berupaya Putuskan Mata Rantai KKB di Beoga, Polisi Terus Lakukan Pengejaran

KKB sebelumnya melakukan penembakan terhadap dua guru hingga tewas yakni Oktovianus Rayo yang ditembak pada Kamis (8/4/2021) dan Yonatan Renden pada Jumat (9/4/2021).

Selain itu, KKB juga membakar rumah Wakil Ketua I DPRD Puncak Menase Mayau dan rumah Junaidi Sulele (Kepala SMPN) di Beoga. Tak hanya itu, sebanyak 12 ruang kelas pun ikut dibakar.

Berita KKB Papua lainnya

(*)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved