Mantan Ketum DPC PKB Raja Ampat Suarakan MLB, Ketua DPW PKB Papua Barat: Omong Kosong Saja Dia Itu

Ketua DPW PKB Papua Barat angkat bicara mengenai wacana Muktamar Luar Biasa PKB Papua Barat yang diapungkan mantan Ketua Umum DPC PKB Raja Ampat.

Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Papua Barat, Abdullah Gazam. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Barat, Abdullah Gazam, angkat bicara mengenai wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB Papua Barat yang diapungkan mantan Ketua Umum DPC PKB Raja Ampat, Saruddin.

"Isu MLB PKB yang akhir-akhir ini terus disuarakan oleh mantan ketua DPC PKB Raja Ampat, ditanggapi serius oleh DPW PKB Papua Barat," ujar Gazam, saat dihubungi Tribun Papua lewat pesan WhatsApp, Jumat (16/4/2021).

Menurut Gazam, Saruddin mantan ketua DPC PKB Raja Ampat itu mestinya merasa malu.

"Selama memimpin PKB Raja Ampat tidak ada hasilnya sama sekali baik dari sisi kursi di legislatif, maupun penataan struktur partai sampai ke tingkat bawah. Lalu apa yang mau dia banggakan dari kepemimpinannya," ungkap Ketua DPW PKB Papua Barat.

Lanjut Gazam, harusnya Saruddin malu dan tahu diri, siapa dia sebenarnya.

Baca juga: Kapolda Papua Duga Pelaku Penembakan Siswa SMA di Ilaga adalah KKB Pimpinan Lekagak Telenggen

"Orang yang dulu bukan apa-apa yang kemudian saya pungut masuk mendapatkan posisi strategis di partai sekarang malah bertingkah, tidak punya rasa berterima kasih," ucap Gazam.

"Intinya, semakin dia bernyanyi semakin menunjukkan kebodohannya ke publik karena orang di Raja Ampat juga tahu siapa dia sebenarnya. Omong kosong saja dia itu," tuding Gazam.

Menurut Gazam, Saruddin seringkali menuding dirinya melanggar aturan partai AD/ART, padahal menurut dia Saruddin tidak paham tentang mekanisme baru ditubuh PKB.

"Bagaimana dia mau mengerti (AD/ART), pada saat sosialisasi peraturan baru hasil Muktamar Bali 2019 sering tidak menghargai forum-forum yang disediakan oleh DPW PKB Papua Barat, kalaupun datang selalu terlambat," ungkap Gazam. "Terkadang harus kita jelaskan berulang-ulang tapi masih saja ngeyel karena memang karakter aslinya begitu."

Gazam kemudian mempertanyakan prestasi Saruddin selama memimpin DPC PKB Raja Ampat.

Baca juga: Kronologi Siswa di Ilaga Diduga Ditembak KKB hingga Tewas, Korban Juga Dibacok dan Motornya Dibakar

"Kader gagal saja kok belaga (sok-sok) bikin diri hebat. Ngotot masih mau tetap jadi ketua DPC boleh-boleh saja tapi apa prestasi dan harapan yang bisa dia tunjukkan," ujarnya menambahkan.

Lanjut Gazam, dari beberapa ketua DPC PKB di Papua Barat yang dievaluasi untuk diganti sebagaimana amanah Peraturan Partai Nomor 1 tahun 2019 hasil Muktamar Bali 2019 lalu semuanya tertib dan menerima keputusan DPP tersebut.

"Satu-satunya yang ngotot ya hanya dia doang, itupun setiap pernyataan yang di lontarkan ke media tidak didukung penuh oleh mayoritas pengurus DPC PKB maupun DPAC PKB di Kabupaten Raja Ampat," tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan, wartawan sudah beberapa kali melakukan upaya konfirmasi ke yang bersangkutan (Saruddin), namun tak kunjung dihubungkan. (*)

Berita lainnya terkait Papua Barat

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved