Breaking News:

Nilai Pengiriman Pasukan ke Papua Bukan Solusi, KontraS: Lebih Banyak Masyarakat Sipil Jadi Korban

KontraS, Arif Nor Fikri menilai penyelesaian persoalan di tanah Papua, tidak harus dengan langkah-langkah yang nantinya merugikan masyarakat sipil.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Arif Nor Fikri, Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Wakil Koordinator Bidang Advokasi KontraS, Arif Nor Fikri menilai penyelesaian persoalan di tanah Papua, tidak harus dengan langkah-langkah yang nantinya merugikan masyarakat sipil.

Menurutnya masih ada langkah lain yang bisa ditempuh oleh pemerintah.

"Ada banyak hal yang bisa ditempuh oleh pemerintah, untuk menyelesaikan konflik Papua," ujar Arif kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurut dia, saat ini ada banyak tawaran untuk berdialog yang diusulkan oleh sejumlah kelompok masyarakat sipil.

Baca juga: Kapen Kogabwilhan III Sebut OPM Sudah Frustasi, Sebarkan Kabar Lama soal TNI Membelot ke KKB

"Langkah itu agar pemerintah lebih mengedepankan dialog ketimbang dengan menggunakan aktor-aktor keamanan (TNI-Polri)," ucapnya.

"Kalau kita lihat angka-angka kekerasan dari konflik yang terjadi ya jatuhnya ke masyarakat sipil."

Selain itu, menurut dia, sudah saatnya pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan evaluasi terkait keterlibatan aktor-aktor militer di Papua.

"Operasi-oprasi yang selama ini dilakukan dan pengerahan pasukan ke Papua, kita tidak pernah melihat proses evaluasi oleh pemerintah pusat dan juga DPR," tutur Arif.

Lanjutnya, hingga saat ini jika dihitung-hitung sudah banyak korban baik dari TNI-Polri, Organisasi Papua Merdeka (OPM) maupun masyarakat sipil.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved