Breaking News:

KKB Papua

Aktivis WPNA Kecam Aksi Teror KKB di Papua: Pertumpahan Darah Tidak akan Memberikan Kebebasan

Dalam satu pekan terakhir, KKB selalu memberi ketakutan dan ancaman terhadap masayarakat di Kabupaten Puncak, Papua.

Dok. Satgas Nemangkawi
Aktivis WPNA Markus Yenu 

Tak hanya itu, pada sore harinya KKB membakar tiga ruang kelas SMAN 1 Beoga.

Pada Jumat (9/4/2021) sore, kelompok tersebut melakukan penembakan kepada Yonatan Randen, guru SMPN 1 Beoga dibagian dada.

Korban yang sempat dibawa masyarakat ke Puskesmas Beoga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Kirim Bantuan untuk Korban KKB di Puncak Papua, Risma: Sebetulnya Saya akan ke Sana, tapi Dilarang

Kemudian pada Minggu (11/4/2021) malam KKB membakar Helikopter milik PT Ersa Eastern Aviation di Bandara Udara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak.

Penembakan kembali dilakukan kelompok ini terhadap tukang ojek bernama Udin suku Bugis pada Rabu (14/4/2021) menembak.

Selanjutnya, pada Kamis (15/4/2021), KKB kembali berulah dengan menembak Ali Mom (16 tahun) di bagian kepala sebanyak dua kemudian dibacok di Kampung Tanggala, Distrik Ilaga.

Ali Mom adalah salah seorang siswa SMA Negeri 1 Ilaga yang bercita-cita hendak menjadi anggota TNI. (*)

Berita lainnya terkait KKB Papua

Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved