Breaking News:

Belajar dari Rumah

Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 9: Dampak Modernisasi terhadap Transportasi Air dan Udara

Pelajari kunci jawaban tema 9 kelas 6 SD halaman 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi Belajar dari Rumah - Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 9: Dampak Modernisasi terhadap Transportasi Air dan Udara 

Perlu ditekankan lagi bahwa perkembangan teknologi tidak hanya terjadi pada transportasi saja melainkan pada seluruh bidang kehidupan. Seperti di militer, kesehatan, dan komunikasi. Namun, perkembangan teknologi ini lambat laun memiliki dampak negatif seperti polusi udara akibat semakin banyaknya kendaraan bermotor. Kita harus bersikap bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi ini agar dampak yang ditimbulkan dapat diatasi dan dimanfaatkan sisi-sisi positifnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD Tema 5: Akibat Kekurangan Air Bersih

Ayo Berdiskusi

Bersama dengan teman sekelompokmu lakukanlah beberapa kegiatan berikut ini. Pilihlah sistem transportasi udara dan air yang akan dibahas oleh kelompokmu Dengan menggunakan berbagai sumber informasi, lakukanlah perbandingkan alat transportasi air dan udara baik dulu maupun sekarang. Gunakakan tabel berikut untuk mencatatnya.

Jawaban:

- Transportasi air sebelum modernisasi

Perahu atau sampan

Tenaga penggerak: Angin dan tangan manusia

Fungsi: Alat transportasi air

- Transportasi air sesudah modernisasi

Kapal Very

Tenaga penggerak: Mesin

Fungsi: Alat transportasi air

- Transportasi udara sebelum modernisasi

Balon udara

Tenaga penggerak: Udara panas

Fungsi: Alat transportasi udara

- Transportasi udara sesudah modernisasi

Pesawat

Tenaga penggerak: Mesin

Fungsi: Alat transportasi udara

Modernisasi memang memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung. Demikian juga dengan dampaknya pada sistem transportasi darat saat ini. Bersama teman sebangkumu diskusikanlah dampak positif dan negatif terhadap kelangsungan hidup masyarakat maupun dampaknya terhadap lingkungan. Gunakan diagram berikut untuk mencatatnya.

Jawaban:

Dampak modernisasi terhadap sistem transportasi air atau udara

Trasportasi Air

- Dampak Positif terhadap Kehidupan Masyarakat

1. Memudahkan distribusi barang dan jasa

2. Menunjang mobilitas masyarakat

- Dampak Negatif terhadap Kehidupan Masyarakat

1. Terjadi kesenjangan sosial

2. Meningkatnya kriminalitas

- Dampak Positif terhadap Lingkungan

1. Lingkungan menjadi maju dan modern

2. Lingkungan dikelola dengan baik untuk mendukung kegiatan transportasi

- Dampak Negatif terhadap Lingkungan

1. Polusi udara meningkat

2. Terjadinya pemanasan global

Presentasikanlah hasil diskusimu di depan kelas dengan percaya diri. Buatlah sebuah kesimpulan tentang kegiatan di atas.

Perkembangan alat transportasi telah memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat penggunanya. Berbagai alat transportasi telah silih berganti seiring dengan perkembangan teknologi. Alat transportasi bermesin kini menjadi pilihan utama untuk digunakan. Lalu bagaimana dengan alatalat transportasi tempo dulu yang pernah digunakan masyarakat? Beberapa contoh alat transportasi itu tersimpan di museum-museum. Tetapi ada juga yang dijadikan benda koleksi oleh masyarakat. Berikut adalah salah satu kisahnya.

Kunci Jawaban Halaman 178 - 181

Ayo Membaca

Sepeda Ontel Warisan Kakek

Oleh Yoga T. Kriiing

Kreeeng – Kriing Kreeng! Bunyi bel sepeda milik Ayah. Di depan rumah, Ayah sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa pula Ayah akan mengajak Dindin berangkat bersama. Tempat kerja Ayah terletak tepat di depan sekolah Dindin.

Akan tetapi akhir-akhir ini sikap Dindin agak berbeda. Ia sepertinya malas berangkat bersama Ayah. Dindin pura-pura sibuk mencari buku tulisnya.

“Dindin, ayo kita berangkat sekarang!” panggil Ayah dari depan.

“Aku mencari buku catatanku dulu, Ayah! Aku lupa meletakkannya. Ayah berangkat saja dulu. Dindin jalan kaki saja,” jawab Dindin dari dalam kamarnya.

Begitu melihat Ayahnya berangkat, Dindin bergegas keluar kamar dan langsung berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Sebenarnya Dindin senang berangkat bersama ayahnya ke sekolah. Hanya saja ada yang membuatnya gelisah. Beberapa teman sekelasnya mulai mengolok-olok sepeda milik ayahnya. Menurut mereka, sepeda Ayah sudah kuno dan ketinggalan zaman.

Ayah memang pernah bercerita bahwa sepeda Ayah memang sepeda yang dibuat pada zaman Belanda dulu. Sudah sangat tua. Orang-orang menyebutnya sepeda ontel. Sepeda ini terbuat dari rangka besi yang kuat dan tinggi. Ayah sangat sayang dengan sepeda itu, bahkan sangat bangga. Setiap hari sepeda itu dirawat dan diperiksa dengan teliti. Ayah bahkan memberinya nama sendiri: Srikandi.

Siang itu, Dindin pulang sekolah dengan berjalan kaki menyusuri jalan yang sepi. Panasnya matahari membuat Dindin merasa kelelahan. Ia lupa membawa botol air minumnya. Dindin merasa kehausan, dan tiba-tiba kepalanya pening, matanya berkunang-kunang, keringatnya bercucuran. Dindin merasa hendak pingsan.

Tiba-tiba terdengar suara bel sepeda dari belakang. Kriiing kreeng-kriiing kreeng! Itu suara sepeda ayahnya,

“Din, ayo cepat naik. Kamu pucat sekali! Kamu pasti dehidrasi,” perintah Ayah. Walaupun Dindin merasa segan naik sepeda ayahnya, tetapi ia merasa tidak punya banyak pilihan. Dindin menurut. Ia pulang dibonceng ayahnya.

“Ini sepeda peninggalan kakekmu, Din,” kata Ayah ketika Dindin meminta penjelasan mengapa ayahnya sayang sekali dengan sepeda ontel tua itu. Dindin sudah terlihat lebih segar setelah minum cukup air, dan merebahkan dirinya di kursi ruang tengah. Dindin memang tak sabar ingin bertanya soal itu.

“Kakek juga sangat sayang dengan sepeda ini, Din. Dan waktu itu Ayah memang berjanji akan merawat sepeda peninggalan ini dengan baik, jika Kakek meninggal, ”jelas Ayah.“ Ayah tahu kamu malu dibonceng Ayah dengan sepeda itu, kan? Kamu harus tahu, sepeda itu kini harganya sangat mahal, Din. Para pencinta sepeda antik menghargainya dengan harga yang tinggi. Tetapi Ayah tidak akan membiarkan sepeda itu dijual. Jadi, Ayah juga berharap, suatu saat nanti Dindin yang akan merawat sepeda itu,“ jelas Ayah panjang lebar.

Dindin tertunduk. Sepeda itu ternyata sangat berharga bagi ayahnya. Dan hari ini sepeda itu menolong Dindin segera mendapatkan pertolongan. Ah, aku harus minta maaf kepada ayahnya.

“Maafkan Dindin, Yah. Dindin berjanji akan belajar merawat sepeda Ayah baik-baik sebagai ucapan terima kasih Dindin karena sepeda ini telah menolong Dindin hari ini,” kata Dindin kepada ayahnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 3 SD Tema 8: Arti Tunas Kelapa sebagai Lambang Gerakan Pramuka

Ayo Menulis

Sebuah cerita dapat memiliki persamaan dan perbedaan dengan pengalaman pribadimu atau dari film yang pernah kamu tonton. Setelah membaca cerita di atas, lakukanlah kegiatan berikut.

- Gunakan diagram di bawah ini untuk melengkapi keterangan tentang cerita fiksi di atas. Tuliskan bagian yag paling kamu sukai dari cerita fiksi di atas dalam tulisan satu paragraf. Jelaskan alasan kamu menyukainya.

- Jelaskanlah persamaan dan perbedaan cerita tersebut dengan peristiwa yang pernah kamu alami atau yang pernah kamu tonton dari sebuah film. Gunakan diagram venn berikut sebagai bantuanmu. Tuliskan pokok pikiran yang ada di dalam cerita fiksi pada bagian cerita fiksi. Tuliskan pokok pikiran dari pengalamanmu atau dari film yang ditonton pada bagian yang lain. Tuliskan kesamaan antara keduanya di bagian tengah diagram venn.

Jawaban:

Judul: Sepeda Ontel Warisan Kakek

Penulis: Yoga T. Kriiing

Bagian yang paling disukai dari cerita fiksi diatas:

Sepeda ontel ayang Dindin berhasil menyelamatkannya yang hampir pingsan dari kelelahan berjalan karena lupa membawa botol air minumnya.

Cerita fiksi:

Jawaban:

Sepeda ontel itu kini harganya sangat mahal. Para pencinta sepeda antik menghargainya dengan harga yang tinggi. Tetapi Ayah tidak akan membiarkan sepeda itu dijual. Jadi, Ayah juga berharap, suatu saat nanti Dindin yang akan merawat sepeda itu.

Pengalaman:

Harga sepeda ontel saat ini memang mahal. Kolektor barang antik pasti mengincar sepeda ontel yang masih terawat dan bisa berfungsi. Banyak orang yang kemudian menjual sepeda ontelnya kepada kolektor barang antik dengan harga mahal karena dianggap menguntungkan.

c. Berdasarkan diagram venn di atas, jelaskan dan tuliskan dalam satu paragraf perbedaan dan persamaan antar cerita fiksi dan pengalaman pribadi atau fim yang pernah ditonton di tempat yang tersedia di bawah ini.

Jawaban:

Persamaan: Sepeda ontel merupakan barang antik

Perbedaan : Ayah tidak mau menjual sepeda ontel miliknya karena itu merupakan warisan dari kakek Dindin, namun pada pengelamanku banyak orang ingin menjual sepeda ontelnya karena dianggap menguntungkan.

Pada cerita fiksi sepeda ontel sangat mahal dan tinggi namun ayah Dindin tidak menjualnya karena merupakan peninggalan dari kakek. Sedangkan pada pengalaman pribadi sepeda ontel tersebut dijual oleh ayah karena harganya yang sangat tinggi.

d. Gambarkanlah persamaan dan perbedaan tersebut dengan menggunakan tempat yang tersedia di bawah ini.

e. Presentasikan persamaan dan perbedaan itu dengan menggunakan gambar yang kamu buat dengan percaya diri.

Kunci Jawaban Halaman 182 - 183

Ayo Berdiskusi

Bersama dengan teman dalam kelompokmu, analisislah artikel di atas 'Sepeda Ontel Banjiri Kota Bandung' dengan mencari dampak persatuan dan kesatuan terhadap masyarakat sekitar dengan menggunakan tabel berikut. Perhatikan contoh.

Jawaban:

Jawaban disesuaikan dengan hasil analisis kelompok.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 9: Hal yang Dilakukan untuk Mencukupi Kebutuhan Keluarga

Ayo Renungkan

Menurutmu dampak modernisasi terhadap sistem transportasi apakah yang paling memengaruhimu? Mengapa? Bagaimana caramu untuk menghadapinya?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Diskusikanlah dengan orang tuamu, alat transportasi apa yang menjadi pilihan utama keluargamu jika ingin bepergian bersama, dan jelaskan alasannya. Lakukanlah perbandingan dengan menggunakan alat transportasi lainnya.

*) Disclaimer: Kunci jawaban di atas hanya sebagai panduan bagi orang tua.

Tribunnews.com tidak bertanggung jawab atas kesalahan jawaban.

(Tribunnews.com/Nadya)

Berita lain terkait buku tematik

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved