Breaking News:

Survei IKIP: Tingkat Keterbukaan Informasi Publik di Papua Barat Paling Rendah di Indonesia

Provinsi Papua Barat berada di posisi terbawah untuk indeks keterbukaan informasi publik se-Indonesia.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Tenaga Ahli pada Survei IKIP Pokja Papua Barat, Yosep Adi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Provinsi Papua Barat berada di posisi terbawah untuk indeks keterbukaan informasi publik se-Indonesia.

Hal itu menurut hasil survei Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) yang dibuat oleh Pokja Daerah Papua Barat.

"Setelah dihitung-hitung data sementara menunjukkan bahwa Papua Barat akan ada pada posisi terendah untuk keterbukaan informasi se Indonesia," ujar Yosep Adi Prasetyo, Tenaga Ahli pada Survei IKIP, kepada Tribun-Papua, Selasa (20/4/2021)

Lebih lanjut, kata Yosep, pihaknya telah keliling masing-masing provinsi di Indonesia.

Baca juga: Percepat Pelayanan pada Masyarakat, Polda Papua Barat Luncurkan Aplikasi Rumah Milikku

"Mulai dari Papua, Banten, Jawa Barat dan lainnya ternyata indeks keterbukaan informasi mereka jauh di atas semua," ungkapnya.

"Melihat perhatian atau kebijakan pemerintah daerah terhadap keberadaan kondisi Komisi Informasi Publik (KIP) provinsi saja menunjukkan bahwa ada keteledoran," ucap Yosep.

Mulai dari anggaran, penyediaan kantor dan lainnya, kata dia, sudah ada gambaran itu.

"Hasil ini jadikan sebagai cambuk untuk terus bergerak ke depan dan mendorong masing-masing dinas dan badan publik lain untuk segera menjalankan amanat Undang-undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik," tuturnya.

Baca juga: Mantan Ketum DPC PKB Raja Ampat Suarakan MLB, Ketua DPW PKB Papua Barat: Omong Kosong Saja Dia Itu

Yosep juga menjelaskan, hasil survei yang dibuat sepanjang tahun 2020 akan menjadi potret indeks keterbukaan informasi publik di 2021 untuk Papua Barat.

"Hampir seluruh indikator seperti ekonomi, hukum dan lainnya Papua Barat masih dalam posisi di bawah, sedangkan hanya politik agak tinggi," ungkap Yosep.

"Nanti kami akan olah, hasilnya akan dipilah sesuai indikator dan di cocokan antara nasional serta daerah," tandasnya. (*)

Berita lainnya terkait Papua Barat

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved