Breaking News:

Terkendala Jaringan dan Ekonomi, Sejumlah Siswa Ikut Pendidikan secara Manual di SPN Polda Papua

Selama kurun waktu kurang lebih 6 bulan, para siswa calon polisi dikembalikan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) ke rumah masing-masing.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Muhammad, Siswa (Calon Polisi) asal Manokwari Raya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Selama kurun waktu kurang lebih 6 bulan, para siswa calon polisi dikembalikan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) ke rumah masing-masing.

Kebijakan tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan Covid-19, sehingga mereka dianjurkan untuk ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.

Selama prose PJJ tentu tak semulus yang dibayangkan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga sulit mengakses internet pun dialami para siswa calon posiLi angkatan 2020 itu.

Baca juga: 119 Siswa Dikembalikan ke SPN Polda Papua Guna Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

"Untuk tantangan sebenarnya ada beberapa yang dialami selama siswa mengikuti PJJ," ujar Muhammad, salah seorang siswa dari Manokwari Raya, kepada Tribun-Papua.com, Rabu (21/4/2021)

Lebih lanjut, kata dia, kendala yang dialami selama mengikuti PJJ beragam.

"Pertama keterbatasan ekonomi, sebab untuk mengaksesnya harus membeli pulsa paket internet," ucapnya.

"Berikut terkendala jaringan memang ada, karena sebagian wilayah di Papua dan Papua Barat belum terakses oleh internet," tuturnya.

Hanya saja, ujar dia, ada beberapa kebijakan dari lembaga Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdik Polri).

"Yang mengalami kendala (jaringan) segera ditarik kembali ke SPN, jadi di sana sudah ada beberapa siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka," ungkap Muhammad.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved