Breaking News:

Pedagang di Jayapura Dilarang Timbun Barang Jelang Idul Fitri, Benhur Tomi: Akan Ada Sanksi

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta seluruh pedagang di Kota Jayapura, Papua supaya mengontrol harga sembako menjelang hari raya Idul Fitri.

(Tribun-Papua/Musa Abubar)
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano - Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta seluruh pedagang di Kota Jayapura, Papua supaya mengontrol harga sembako menjelang hari raya Idul Fitri. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, meminta seluruh pedagang baik di pasar tradisional maupun modern di Kota Jayapura, Papua supaya mengontrol harga sembako menjelang hari raya Idul Fitri.

"Jangan sampai tiga hari menjelang Idul Fitri para distributor menaikan harga," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano kepada Tribun-Papua di Jayapura, Jumat (23/4/2021).

Untuk itu, kata Wali Kota Benhur, kepada para distributor jangan menimbun barang.

Sebab jika kedepatan melakukan penimbunan maka bakal diberikan sanksi dan teguran.

"Kami akan bekerja sama dengan Satgas pangan dari Polresta Jayapura Kota, kita akan lakukan operasi, kalau kedapatan ada yang menimbun barang maka diberi sanksi," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pembawa Ganja di Keerom, Pelaku Simpan Ganja di Atas Plafon Rumah

Menurut dia, pemerintah akan terus mengontrol ketersediaan sembilan bahan pokok dan kestabilan harga di pasar.

"Apalagi kita sedang dihadapkan dengan Covid-19 yang menghambat sebagian aktivitas masyarakat," tambah dia.

Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar tradisional dan Modern, Kamis (22/4/2021).

Pelaksanaan sidak di tiga lokasi berbeda yakni pasar Tradisional Hamadi, Bulog dan Hypermart Mall Jayapura pada Kamis (22/4/2021).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga kepada Tribun-Papua di Jayapura, mengatakan dari hasil pemantauan jika dilihat dari angka inflasi di kota Jayapura sejak Januari-Maret 2021 menunjukan tren peningkatan.

Setelah dianalisis kata Naek, disebabkan oleh dua komoditas utama yakni cabe rawit merah dan ikan ekor kuning.

Berita lain seputar Papua

(*)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved