Breaking News:

Ada 50 Orang yang Tertangkap Basah Pakai Surat Rapid Test Palsu di Bandara Rendani Selama Pandemi

Pemalsuan dokumen rapid test Covid-19 masih saja dilakukan sejumlah pelaku perjalanan di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Suasana di posko pemeriksaan berkas perjalanan Bandara Rendani Manokwari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemalsuan dokumen rapid test Covid-19 masih saja dilakukan sejumlah pelaku perjalanan di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.

"Terkait pemalsuan dokumen bagi pelaku perjalanan dari Manokwari keluar sudah sering dijumpai di loket," ujar Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi, Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari, Agung Budijono kepada Tribun-Papua.com melalui sambungan telepon, Sabtu (24/4/2021)

Kedok pemalsuan dokumen rapid test ini terkuak saat petugas mencurigai sejumlah masyarakat yang sengaja masuk ke loket dengan dokumen palsu.

Baca juga: Satgas Covid-19 Papua Sebut GeNose Belum Diberlakukan untuk Penerbangan Lokal

"Dalam pemalsuan dokumen ini petugas KKP di loket masih gunakan langkah persuasif dan hanya memberikan sejumlah pertanyaan kepada masyarakat," ucapnya.

"Pemalsuan dokumen ini sudah terjadi sejak awal pandemi sampai sekarang, yang tertangkap secara keseluruhan sudah mencapai 50 kali."

Agung menjelaskan, pemalsuan ini banyak dilakukan mengatasnamakan sejumlah tempat pelayanan kesehatan.

"Ada sejumlah tempat layanan yang seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, RSUD Manokwari, dan bahkan sejumlah klinik mulai dari Kimia Farma, Papua Medika dan lainnya sudah banyak yang telah dipalsukan," ungkap Agung.

Kata Agung, sangat jelas ada perbedaan rapid test yang asli dan palsu.

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Papua Barat Tinggi, Gugus Tugas: Capai 94 Persen

"Tampak beda dari sisi jenis kertas, jadi masing-masing tempat klinik di Manokwari memiliki kualifikasi tersendiri," tuturnya.

Selain jenis kertas, ada sejumlah perbedaan seperti model print out, cap dan juga tanda tangan.

"Semua itu kami telah mengenali jenis yang asli seperti apa, sehingga ketika terjadi seperti ini maka tidak asing lagi," ucap Agung.

"Yang sering menggunakan rapid test abal-abal ini bervariasi mulai dari kalangan bawa sampai atas pun tertangkap," imbuhnya. (*)

Berita lainnya terkait Covid-19

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved