Breaking News:

Addendum SE Satgas Covid-19 Diberlakukan, Calon Penumpang dan Petugas Ribut di Pelabuhan Manokwari

Keributan antara petugas dengan calon penumpang KM Tidar terjadi di Terminal Penumpang Pelabuhan Manokwari, Papua Barat.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Suasana keributan pecah di terminal penumpang pelabuhan Manokwari akibat pemberlakuan Addendum SE Satgas Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Keributan antara petugas dengan calon penumpang KM Tidar terjadi di Terminal Penumpang Pelabuhan Manokwari, Papua Barat, pasca-pemberlakuan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Dalam addendum tersebut mengatur tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Bulan Ramadan.

"Ini persoalannya dari tindak lanjut surat Satgas Covid-19 nasional yang baru dalam rangka pengetatan arus mudik," ujar Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi, Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari, Agung Budijono kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (24/4/2021)

"Untuk pemberlakuan waktu surat rapid test berlaku hanya 24 jam, dan itu dimulai sejak tanggal 22 April hingga 6 Mei mendatang."

Baca juga: Jelang Lebaran, Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat Petakan Lokasi Tujuan Pemudik

Budi menjelaskan keributan tersebut dipicu dari sejumlah penumpang yang surat hasil rapid test-nya melewati batas 1x24 jam.

"Memang sebelumnya kita pakai addendum yang sebelumnya di mana jangka waktu (berlakunya rapid test) 3 kali 24 jam, maka hari ini masyarakat semua pada protes karena rapid test sudah lewat batas," tuturnya.

Padahal, menurut Agung, penerapan addendum baru di Manokwari mengalami pemunduruan dari jadwal yang seharusnya.

"Kami mundur dalam menerapkan addendum beberapa waktu karena untuk bisa melakukan sosialisasi serta persiapan petugasnya," ucap Agung.

"Sejak tanggal 21 surat addendum terbit dan paginya langsung diberlakukan makanya masyarakat juga belum mengetahui aturan itu," ujarnya.

Baca juga: Satgas Covid Papua Siap Perketat Larangan Mudik, Ini Sejumlah Pengecualian yang Diberikan

Sementara itu, seorang calom penumpan KM Tidar, La Randi mengaku tak mengetahui mengenai aturan baru tersebut.

"Waktu rapid di laboratorium petugasnya mengatakan masa berlaku hanya 3 hari namun saat kami ke pelabuhan masa berlakunya hanya 24 jam," ungkapnya.

"Kami kembali ke Pelni malah petugasnya bisa tidak bisa lagi, awal-awal hanya 3 hari namun malah dipercepat 24 jam."

"Sebagai masyarakat kecil kami bukan hanya kaget dengan aturan baru namun bahkan kesal sama hal-hal seperti itu," imbuhnya. (*)

Berita lainnya terkait mudik lebaran

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved