India Kewalahan Hadapi Covid-19, Pemerintah Serukan Warga Kremasi di Halaman Rumah Sendiri
Meningkat pesatnya kasus Covid-19 di India, membuat krematorium kewalahan dan memaksa pemerintah menyerukan untuk kremasi di halaman rumah.
TRIBUN-PAPUA.COM - Meningkat pesatnya kasus Covid-19 di India, membuat krematorium kewalahan dan memaksa pemerintah negara bagian menyerukan untuk kremasi di halaman rumah.
Deikathui, New Delhi mencatat 348 kasus kematian Covid-19 pada Jumat (23/4/2021) atau 1 kematian setiap 4 menit.
Pada Jumat, India mencatat terdapat kasus baru 330.000 dan 2.200 kematian karena Covid-19.
Baca juga: Ketakutan Tetangganya Tewas Satu per Satu, Warga India Usir Covid-19 dengan Obor
Jumlah kematian Covid-19 yang membludak, akhirnya membuat pemerintah negara bagian selatan Karnataka, terpaksa mengizinkan masyarakatnya untuk mengkremasi atau menguburkan keluarganya di pertanian, tanah atau halaman belakang rumah mereka sendiri, selama mematuhi pedoman kesehatan.
"Adalah bijaksana untuk dengan cepat dan hormat mengkremasi jenazah dengan cara yang terdesentralisasi, dengan tetap memperhatikan keadaan serta untuk menghindari kerumunan di krematorium dan tempat pemakaman," demikian bunyi perintah dari Kepala Menteri Karnataka, BS Yediyurappa pada Rabu (21/4/2021).
Yediyurappa menggambarkan situasi Covid-19 di India saat ini sudah "di luar kendali", seperti yang dilansir dari The Straits Times pada Minggu (25/4/2021).
Ibu kota negara bagian Karnataka, Bangalore, telah mencatat jumlah kematian Covid-19 tertinggi dalam sehari 124, pada Jumat (23/4/2021).
Tujuh krematorium Covid-19 di kota Bangalore telah beroperasi sepanjang waktu untuk mengkremasi 20-25 jenazah yang datang setiap hari, sekitar 4 kali rata-rata pada waktu normal.
Seorang pengusaha konstruksi besar di Bangalore, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan keluarganya menggali rumput di halaman belakang rumahnya untuk menguburkan ayahnya pekan ini.
"Sebagai penganut Hindu, kami harus mengkremasinya, tapi ketujuh krematorium di kota memberitahu kami bahwa ada daftar tunggu selama 48 jam," ujarnya emosional.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kematian Covid-19 di India Membludak, Pemerintah Serukan Kremasi di Halaman Rumah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-atau-virus-corona.jpg)