Breaking News:

Bapok di Papua Barat Aman, Kabiro Perekonomian: Ada yang Mainkan Harga, Langsung Kami Ambil Tindakan

Pemerintah Daerah melalui Biro Perekonomian Setda Provinsi Papua Barat umumkan bahan pokok (bapok) dalam kondisi aman hingga empat bulan kedepannya.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Jefrry Jech Verson Auparay, Plt Kepala Biro Perekonomian Setda provinsi Papua Barat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemerintah Daerah melalui Biro Perekonomian Setda Provinsi Papua Barat umumkan bahan pokok (bapok) dalam kondisi aman hingga empat bulan kedepannya.

"Stok bapok di Papua Barat masih memadai hingga 3 bulan kedepannya," ujar Jefrry Jech Verson Auparay, Plt Kepala Biro Perekonomian Setda provinsi Papua Barat, kepada awak media, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Teror Oknum Polisi kepada Pejabat Kejari Manokwari Terus Berlanjut, Kapolres Periksa 8 Saksi

Untuk sementara, kata dia, masyarakat tidak boleh lagi pesimis dengan isu-isu yang beredar.

"Saat ini tidak ada lonjakan kenaikkan harga bapok di Papua Barat, semuanya masih dalam keadaan aman," ucap Jefrry.

Terkait dengan kebutuhan lain, dia menjelaskan, seperti telur dan lainnya pun masih terjamin hingga beberapa bulan kedepannya.

"Pemerintah provinsi saat ini juga masih menjaga komunikasi interpersonal dengan kabupaten kota terkait dengan inflasi daerah," ungkapnya.

"Kami dalam waktu dekat akan melakukan sidak di daerah-daerah seperti kabupaten Sorong, kota Sorong, Manokwari dan juga Fakfak."

Baca juga: Ini Respons Pemprov Papua terkait Penembakan KKB kepada Kabinda I Gusti Putu Danny

Dalam sidak tersebut, kata dia, akan ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan ikut.

"Ada beberapa yang harus dipantau seperti harga dan bahkan masa kadaluarsa suatu makanan dipasaran nantinya," ujarnya.

Selain itu, dalam tim pengendalian inflasi daerah juga akan melibatkan Polda Papua Barat.

"Jika ketahuan ada calo atau oknum pedagang mainkan harga maka langsung kami akan ambil tindakan ditempat izin dicabut orangnya ditahan," tegas Jefrry.

Berita lain tentang Papua Barat

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved