Breaking News:

Melawan, Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Papua Ditembak Polisi

Anggota Kepolisian Resort Jayapura, Papua terpaksa menembak YW (37) pelaku pemerkosaan anak di bawah umur karena melawan polisi saat hendak ditangkap.

(Humas Polres Jayapura)
Pelaku pemerkosaan anak dibawah umur pakai tongkat 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Anggota Kepolisian Resort Jayapura, Papua terpaksa menembak YW (37) pelaku pemerkosaan anak di bawah umur karena melawan polisi saat hendak ditangkap.

YW (37) warga kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura harus mendekam di balik jeruji besi karena perbuatannya melakukan pemerkosaan anak di bawah umur pada 3 Juli 2020 lalu.

Kapolres Jayapura AKBP, Victor Dean Mackbon kepada awak media di Jayapura, Selasa (27/4/202) mengatakan pelaku berhasil diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Jayapura setelah kasusnya dinaikkan ke penyidikan.

Baca juga: 5 Anggota KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Tertembak, KKB Mundur dari Maki Puncak

"Diketahui Pelaku merupakan om atau paman dari korban sendiri. Kejadian bermula saat keluarga mereka hendak pergi rekreasi di tempat wisata yang ada di Kampung Aib hingga larut malam," katanya.

Lanjut dia, lantaran sudah larut malam, maka mereka memutuskan untuk bermalam di salah satu pondok.

Saat itulah pelaku memanfaatkan situasi dengan mengajak korban untuk masuk ke dalam Dusun Pisang dengan tujuan untuk mengambil buah pisang.

"Saat itulah pelaku melakukan aksi bejatnya kepada korban dengan cara dipaksa menggunakan parang untuk melayani hasratnya," ujarnya.

Menurut Kapolres, kejadian terungkap saat korban memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke keluarga korban.

Keluarga yang tidak terima melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan pengembangan untuk menangkap Pelaku.

Baca juga: Bharada I Komang Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Lekagak Telenggen, Ini Kronologinya

"Beberapakali pelaku berhasil melarikan diri dari kejaran petugas, Namun, kali ini Polisi berhasil menangkap pelaku dengan cara menembaki kaki karena berusaha melawan petugas," katanya.

Apalagi, katanya, pelaku diketahui merupakan residivis kasus pembunuhan terhadap Istrinya sendiri.

Dia menambahkan, pelaku kini harus menjalani Proses hukum karena ulah perbuatannya.

Pelaku dijerat pasal 76 huruf d Jo Pasal 81 ayat 1 UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara.

Berita lain tentang Papua

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved