Breaking News:

Wabah ASF Terus Serang Ternak Warga, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan: Ini Kejadian Luar Biasa

Angka kematian ternak warga akibat serangan Virus Afeican Swine Fever (ASF) di provinsi Papua Barat, terus bertambah.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Suasana saat tim kesehatan melakukan sosialisasi kepada para peternak di Manokwari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Angka kematian ternak warga akibat serangan Virus Afeican Swine Fever (ASF) di provinsi Papua Barat, terus bertambah.

"Saat ini kematian babi telah berjumlah 965 ekor, itu pun belum diambil data secara baik," ujar Nikson Karubaba, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Manokwari, Selasa (27/4/2021)

Kata Nikson, jika tim yang bertugas untuk mengumpulkan data dengan baik, maka jumlahnya akan naik.

Baca juga: Detik-detik TNI-Polri Serbu Markas KKB Lekagak Telenggen, KKB Mundur dan Tinggalkan Kampung

"Dari jumlah kematian ternak babi angka paling banyak adalah Distrik (Kecamatan) Manokwari Barat, Tanah Rubuh, Manokwari Utara, Manokwari Timur hingga Warmare dan Prafi," ucapnya.

"Saat ini sudah ada laporan dari distrik Sidey namun kami belum juga turun ke lokasi,"

Melihat angka kematian ternak warga yang terus meningkat tahun ini, pihaknya langsung melakukan tiadakan bantuan bibit kepada masyarakat.

"Tahun ini sebenarnya ada bantuan bibit ternak babi sebanyak 75 ekor atau totalnya Rp 315 juta, namun akan dialihkan ke penanganan ASF dengan langkah-langkahnya," imbuhnya

"Sebenarnya ini keadaan luar biasa hanya saja kami sedang menunggu hasil sampel dari Maros, sehingga Bupati akan mengirim surat ke kementrian untuk menetapkan Manokwari menjadi wilayah wabah ASF," imbuhnya.

Berita lain tentang Papua Barat

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved