Breaking News:

Rugi Babinya Mati karena Wabah ASF, Peternak: Padahal Hasil Jualan Kami Pakai untuk Sekolahkan Anak

Hewan ternak babi milik warga di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diserang wabah virus African Swine Fever (ASF).

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Para peternak babi di Jalan Manado, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Hewan ternak babi milik warga di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diserang wabah virus African Swine Fever (ASF).

Wabah ASF itu membuat para peternak merugi.

Satu di antara peternak yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah adalah Oktovina Rerey, warga Jalan Manado, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat.

Oktovina mengaku keluarganya hanya mengandalkan hasil penjualan babi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Kalau babi yang mati saat ini ada 6 ekor, sementara di sekitar sini (Jalan Manado) saja semuanya sudah tidak ada (mati semua), kalau dirupiahkan kerugian bisa mencapai Rp 25 juta," ujar Oktovina, kepada Tribun-Papua.com, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Wabah ASF Terus Serang Ternak Warga, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan: Ini Kejadian Luar Biasa

Padahal, kata Oktovina, selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil penjualan babi juga ia gunakan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

"Hasil jualan babi kami pakai untuk menyekolahkan anak, rumah tangga dan bahkan sangat membantu saat kepepet hajatan," ungkapnya.

"Pernah anak-anak mau masuk SMP dan SMA kami langsung menjual hewan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhannya,"

Menurut Oktovina, ternak babi sangat penting untuk menopang keuangan keluarganya.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved