Breaking News:

KKB Papua

KKB Selalu Angkut Rekannya yang Tewas, Polri Kesusahan Mendata: Kira-kira 5 Orang Kita Lumpuhkan

Aparat Kepolisian RI mengungkapkan kesulitan untuk mendata korban dari pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

(Puspen Mabes TNI)
Seorang pelajar tingkat SMA bernama Ali Mom (16) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Aparat Kepolisian RI mengungkapkan kesulitan untuk mendata korban dari pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Hal ini diungkapkan Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Imam Sugianto, bahwa pihak KKB Papua selalu membawa jenazah rekannya yang tertembak sebelum aparat berhasil meringkus.

"Mereka kan begitu sudah ketembak itu tidak bisa kita identifikasi musuh, jasadnya itu karena begitu ketembak itu langsung diangkat mereka, dibawa. Itu kesulitan yang ada di lapangan," kata Imam dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: KKB Kini Teroris, KSP Minta Masyarakat Tidak Khawatir: Tetap Beraktivitas seperti Biasa

Namun demikian, kata Imam, pihaknya telah memperkirakan jumlah korban dari pihak KKB Papua telah mencapai lima orang.

Mereka terkena terluka saat terlibat baku tembak.

"Kita sudah dapat kira-kira melumpuhkan mereka itu ada 5 orang informasi terakhir. Kalau gak 5, mungkin ada lagi masih diinvetarisir," jelasnya.

Namun demikian, ia menyatakan pihaknya tidak akan meningkatkan pola penyerangan terhadap KKB Papua.

Aparat lebih memfokuskan untuk menjaga titik lokasi yang akan dikuasai oleh KKB.

"Kita kan memang, selama ini cenderung lebih bertahan kan. Kalau ada kejadian, baru kita mengejar target operasi (TO) yang disusun. TO yang akan dikejar itu disesuaikan dengan perencanaan awal," pungkasnya.

Berita KKB Papua lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Kesulitan Data Korban dari Pihak KKB Papua
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved