Breaking News:

Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua: Banyak UU Sektoral yang Menabrak UU Otsus

Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua Komarudin Watubun menyebut selama ini ada UU sektoral yang menabrak UU Otsus.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua di DPR, Komarudin Watubun 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Panitia Khusus Revisi Undang-undang Otomoni Khusus (UU Otsus) Papua di DPR RI, Komarudin Watubun menyebut selama ini ada UU sektoral yang menabrak UU Otsus.

"Banyak UU sektoral yang sering menabrak UU Otsus sehingga sering membuatnya UU Otsus tidak jalan," ujar Komarudin, kepada awak media di Manokwari, Papua Barat, Senin (3/5/2021).

Ia mengajak sejumlah lembaga terkait seperti Kementrian Keuangan hingga Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri untuk ikut dalam pembahasan Revisi UU Otsus.

"Supaya pemerintah sebagai eksekutor undang-undang ini tahu bahwa di Papua ada pemberlakuan Otonomi Khusus," ungkap Komarudin.

"Jangan bikin Otsus di sini (Papua) tapi tidak konsisten. Karena UU sektoral nabrak Otsus," tegasnya.

Baca juga: Pansus DPR Gelar Rapat dengan Pemda Papua Barat Bahas soal Revisi UU Otsus

Sebelumnya diberitakan, Pansus Revisi UU Otsus Papua DPR RI menggelar rapat bersama Pemerintah Daerah Papua Barat.

Agenda dalam rapat tersebut adalah membahas RUU Perubahan Kedua atas Undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat.

"Revisi yang diajukan pemerintah itu ada dua pasal, seperti perpanjangan Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi 2,5 persen plus rencana ruang pemekaran untuk Papua Barat," Ketua Pansus Revisi Otsus Papua di DPR RI, Komarudin Watubun, saat pertemuan berlangsung di kantor Gubernur Papua Barat, Senin (3/5/2021).

Sementara, untuk seluruh isi undang-undang lain tidak ada perubahan.

Halaman
12
Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved