Breaking News:

Bantah Ada Dugaan Korupsi Gaji Anggota, Sekretaris MRPB: Kami Tidak Bayar Gaji Mereka secara Tunai

Sekretaris MRPB membantah laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi di MRPB kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Sekretaris Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Yan Viktor Dimara. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Sekretaris Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Yan Viktor Dimara membantah laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi di MRPB kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat.

Diketahui, sejumlah anggota MRPB dilaporkan atas dugaan korupsi gaji dan tunjangan.

"Sesuai dengan regulasi yang ada, MRPB melakukan permintaan nanti prosesnya masuk ke keuangan," ujar Viktor, Rabu (5/5/2021)

Yan menjelaskan prosesnya akan didorong dalam bentuk Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke bank penampung (BNI).

"Setelah dari BNI langsung kami lanjutkan ke Bank Papua dan di situlah dimasukkan ke rekening masing-masing anggota," ucapnya.

"Jadi yang jelas kami tidak bayar gaji mereka secara cash (tunai), sebab semua itu prosedurnya masuk langsung ke rekening."

Baca juga: Diduga Ada Praktik Korupsi, Sejumlah Pimpinan MRPB Dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat

Yan menyebutkan prosesnya ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 hingga 2020 kemarin.

"Informasi yang beredar bahwa ada pemotongan dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 16 miliar hingga Rp 27 miliar," tuturnya.

"Padahal jika mau dihitung dari seluruh anggota MRPB gajinya dalam setahun tidak mencapai Rp 27 miliar," ungkap Yan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved