KKB Papua
Polres Puncak Periksa Saksi yang Melihat KKB Bakar Sekolah, Puskesmas dan Rumah Guru
ihak Polri dalam hal ini Kepolisian Resor Puncak telah melakukan pemeriksaan kepada para saksi yang melihat KKB bakar sejumlah gedung.
Penulis: Musa Abubar | Editor: Roifah Dzatu Azmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar
TRIBUN-PAPUA.COM - Pihak Polri dalam hal ini Kepolisian Resor Puncak telah melakukan pemeriksaan kepada para saksi yang melihat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar sejumlah gedung, pada Minggu (2/5/2021).
Saksi memberikan keterangan pada saat melakukan pertemuan di Gereja Mayuberi bersama masyarakat di Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.
Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudussy melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun-Papua di Jayapura, Rabu (5/5/2021) menyebutkan masyarakat sepakat untuk pergi meninggalkan Kampung Mayuberi karena tidak aman.
Baca juga: TNI-Polri Kejar KKB Pelaku Pembakaran SD Mayuberi, Perumahan Guru dan Puskesmas llaga
Saat Kepala Distrik Ilaga Utara bersama masyarakat berjalan kaki sampai di Kampung Amunggu (dekat Jembatan Amungi), sekitar 15 KKB lari menghampiri mereka.
Dalam 15 orang itu, 7 orang membawa senjata api laras panjang dan mengatakan untuk masyarakat tidak boleh pergi ke Kota Ilaga.
Tetapi masyarakat semua menolak permintaan tersebut dan ingin ke Kota Ilaga, lalu KKB membiarakan mereka untuk pergi.
Tetapi para pemuda dilarang pergi dan tinggal saja di Muara.
KKB lantas mengancam apabila para pemuda pergi, mereka akan dalam keadaan bahaya.
Pada saat melakukan aksi teror, ciri-ciri para KKB menggunakan baju singlet loreng, terlihat masih muda, memakai kalung manik-manik dominasi warna merah serta mengecat muka berwarna hitam.
Para KKB biasanya berjaga jaga di Kampung Amungi dekat jembatan Amunggi, dan juga di Pintu Angin Kampung Wuloni membuat Pos Pantau di Kampung Wuloni untuk memantau pergerakan anggota TNI-Polri.
Baca juga: TNI-Polri Kejar KKB Pelaku Pembakaran SD Mayuberi, Perumahan Guru dan Puskesmas llaga
Selain pembakaran sekolah, puskesmas dan rumah guru, KKB Illaga pada Selasa (2/5/2021) malam, bergerak ke Kampung Mayuberi, dan memutuskan jalan di Kampung Kalebut.
"Sehingga ibu-ibu dan masayarakat yang akan pergi ke Illaga, tetapi sampai di Kamp Kalebut (dekat jembatan yang diputus) mereka melihat KKB berjaga-jaga dan membawa senjata api, kemudian ibu-ibu tersebut lari kembali ke rumah."
Lanjut dia, sedangkan masyarakat yang berada di markas Lumawi, Kampung Makki, Distrik Ilaga utara, baik ibu-ibu dan masyarakat diminta untuk tetap tinggal di sekitar.
KKB pimpinan Peni Murib, KKB memaksa masyarakat agar jangan pergi meninggalkan mereka, apabila ada yang pergi makan akan di tindak oleh KKB.
Namun, kata dia, kini pasca pembakaran, kondisi keamanan telah terkendali, karena kelompok yang melakukan pembakaran telah terindentifikasi dan dikejar oleh Polisi.
"Benar, KKB pelaku pembakaran-pembakaran tersebut adalah KKB kelompok Talenggeng, hasil olah TKP dan kesaksian warga," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudussy selaku menjabarkan temuannya.
Berita lain tentang KKB Papua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/opm-mengklaim-bertanggungjawab-atas-penembakan-tukang-ojek-di-puncak-papua.jpg)