Breaking News:

DPPAD Papua Ungkap 20.285 Siswa Lulus Ujian dan 460 Siswa Tidak Lulus Ujian

Secara keseluruhan ada 238 SMA di Papua yang mengadakan ujian untuk program mata pelajaran IPS, IPA dan Bahasa.

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
TribunPapua.com/Musa Abubar
Sebanyak 60 siswa dari 363 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Jayapura mengikuti ujian secara ofline di sekolah karena kesulitan jaringan internet dan kesulitan mendapat paket data. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Secara keseluruhan ada 238 SMA di Papua yang mengadakan ujian.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebut, 238 SMA itu mengadakan ujian untuk program mata pelajaran IPS, IPA dan Bahasa.

Dari 238 sekolah ini, menurut dia, 199 sekolah mendakan ujian IPA, kemudian 214 sekolah mengadakan ujian IPS, selanjutnya 19 sekolah yang mengadakan ujian sekolah.

"Jumlah SMA di Jayapura sebanyak 238 sekolah, artinya bahwa seluruh SMA di Jayapura melaksanakan ujian tahun ini," kata Christian Sohilait kepada awak media di Jayapura, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Sikapi Situasi Keamanan di Papua, Kapolri dan Panglima TNI Dijadwalkan Hari Ini Tiba di Mimika

Dari total 238 sekolah itu, kata dia, peserta yang mengikuti ujian itu sebanyak 20.745 orang dan dinyatakan lulus sebanyak 20.285 orang.

Lanjut dia, artinya bahwa ada sekitar 460 orang tidak lulus, kalau dihitung presentasinya adalah 97,78 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Tahun 2019 lalu, menurut dia, peserta yang mengikuti ujian sebanyak 20.68 orang, yang lulus sebanyak 19.708 orang atau sekitar 98,20 persen.

Dia mengatakan, penyebab dari 460 orang yang tidak lulus itu yakni karena Covid-19 ada sejumlah siswa yang tidak datang melapor ke sekolah dan itu menjadi masalah.

"Siswanya tidak datang melapor dan itu menjadi masalah padahal dia terdaftar sebagai peserta ujian," ujarnya.

Baca juga: KKB Tembak Polres Puncak 3 Kali, Kapolda Papua: Sangat Mungkin Pelakunya Kelompok Lekagak Telenggen

Lalu, ada siswa yang tidak mengikuti ujian, walaupun ujiannya hanya dilakukan secara daring atau luring atau fortofolio. Kemudian, ada beberapa siswa yang meninggal dunia.

"Kita harapkan 97 persen yang lulus itu bisa ditampung di perguruan tinggi atau mereka bisa mendapat pekerjaan, ini yang terus kita dorong untuk semua siswa," tambah dia.

Berita lain tentang Papua

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved