Breaking News:

KKB Papua

Kapolda Papua Ungkap Anggota NRFPB yang Kembali ke NKRI adalah Mantan KKB

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengungkapkan Alek Hamberi dan beberapa rekannya adalah KKB yang kembali ke NKRI.

Penulis: Musa Abubar
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Tangkapan Layar Instagram @divisihumaspolri
Kelompok Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) pimpinan Alex Hamberi menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengungkapkan Alek Hamberi dan beberapa rekannya adalah mantan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang kembali ke pangkuan NKRI.

Pada Selasa, (4/5/2021) bertempat di Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire telah dilaksanakan kegiatan pertemuan warga Kampung Sima, dilanjutkan dengan pembacaan surat pernyataan dan penandatanganan Surat pernyataan oleh Anggota NRFPB (Negara Republik Federal Papua Barat) Kabupaten Nabire, yang bersedia kembali menjadi Warga Negara Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tatap muka tersebut, kata dia, dilaksanakan pembacaan surat pernyataan dilanjutkan penandatanganan bersama warga yang dibacakan oleh Alek Hamberi untuk bersedia meninggalkan Organisasi NRFPB dan kembali menjadi warga Indonesia yang baik.

Baca juga: Pengakuan Mantan KKB di Papua: Selalu Kelaparan dan Tidak Solid

Kelompok Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) pimpinan Alex Hamberi menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI.
Kelompok Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) pimpinan Alex Hamberi menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. (Tangkapan Layar Instagram @divisihumaspolri)

"Alek Hamberi adalah warga NKRI yang telah terhasut NRFPB, sehingga kita harap setelah yang bersangkutan kembali ke NKRI bisa hidup tenteram," kata Irjen Pol Mathius D. Fakhiri melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun-Papua di Jayapura, Jumat (7/5/2021)

"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas upaya kerjasama semua instansi terkait, banyak masyarakat yang menyatakan kembali ke NKRI," ujarnya.

Kapolda berharap ke depan banyak yang ingin kembali ke NKRI dengan membawa senpi dan amunisi.

"Jika memang ada hal seperti itu maka kami akan mengampuni mereka dan akan ada toleransi hukum. Karena saya tidak mau selesaikan permasalahan dengan membuat masalah baru, kami juga tidak mau tinggalkan beban duka dan luka kepada mereka," katanya.

NRFPB dideklarasikan sebagai hasil KRP-III di Jayapura pada 17 sampai 19 Oktober 2011 dan digagas oleh Forkorus Yaboisembut.

"Saat itu saya menjabat sebagai Kapolres Jayapura sehingga saya tahu betul organisasi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Kamis Malam, KKB Kembali Menembaki Aparat TNI-Polri di Illaga Papua

"Organisasi-organisasi seperti itu sudah jelas melanggar hukum, sehingga jika muncul gerakan tambahan akan langsung kami tindak tegas," katanya.

Ia menambahkan, banyak organisasi-organisasi selain NRFPB seperti KNPB, ULMWP, dan lainnya yang tentu satu tujuan yaitu Papua Merdeka.

Berita lain tentang KKB Papua

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved