Breaking News:

Tren Kasus Meningkat, Dinkes Papua Barat Gencar Melatih Kader Malaria

Guna mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kampung-kampung (Desa-desa) yang jauh dari layanan kesehatan.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Saat diberikan pembekalan tentang malaria. 

Harapan Edi, kedepannya semakin banyak orang peduli dalam memberantas malaria maka sangat kecil kemungkinan penyakit tersebut berkembang di Papua Barat.

Selain itu, Selsius Marbuan, kader malaria kampung Waru puskesmas Mubrani mengatakan selama 3 hari mengikuti pelatihan pihaknya bisa mengetahui ilmu baru.

"Awalnya tidak tau apa itu malaria dan lainnya lewat kegiatan ini saya langsung mengerti cara mengobati, hingga memberantas penyakit malaria," tutur Selsius.

"Lewat ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini kedepannya saya bisa bawa pulang dan terapkan di kampung,"

Apalagi, kata selsius di kampung Waru sangat banyak masyarakat yang sering terjangkit penyakit malaria.

"Di kampung saya banyak sekali genangan air dan juga tempat berkembang biaknya nyamuk, membuat masyarakat pun rentan terkena penyakit malaria," ungkapnya.

"Apa yang saya tau kiranya bisa akan digunakan untuk bantu mengobati masyarakat di kampung Waru agar bebas dari malaria," imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Edi Sunandar telah membeberkan sejumlah data kasus malaria di Provinsi Papua Barat.

Tercatat hingga kini masih ada 4 kabupaten yang ada pada tingkat kasus malaria tertinggi.

"Kalau untuk 4 kabupaten yang masih tinggi jumlah kasus malaria-nya di Papua Barat itu Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan dan juga Tambrauw," ujar Edi

Untuk Manokwari sendiri berjumlah 4.845 kasus, Teluk Wondama 1.529, Manokwari Selatan 1.476 kasus dan Tambrauw 519 kasus.

Berita Papua Barat lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved