Breaking News:

Masyarakat yang Masuk ke Papua Wajib Karantina 5 Hari, Ada Pengecualian

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menuturkan masyarakat umum yang masuk ke Papua melalui berbagai jalur wajib menjalani karantina.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Google Maps)
Peta Papua dan Papua Barat 

TRIBUN-PAPUA.COM - Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menuturkan masyarakat umum yang masuk ke Papua melalui berbagai jalur wajib menjalani karantina selama lima hari.

Hal ini guna mencegah penyebaran Virus Corona jenis baru di daerah tersebut.

"Jadi sesuai regulasi maka masyarakat umum yang masuk ke wilayah Papua melalui jalur mana pun wajib untuk dikarantina selama lima kali 24 jam," kata Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Welliam R. Manderi di Jayapura, Jumat (7/5/2021).

Ia mengatakan tempat karantina untuk mereka akan ditentukan oleh Satgas COVID Papua, sedangkan biaya karantina ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan.

Baca juga: Walikota Jayapura Sebut Aksi KKB Pengaruhi Investor: Kami Ditanya Apakah Aman Bangun di Papua?

"Kecuali yang datang dengan keterangan perjalanan dinas atau sesuai pengecualian beserta administrasi lengkap maka dapat langsung pulang dan mengarantina diri di tempatnya masing-masing," ujarnya.

Dia menjelaskan masyarakat umum yang bepergian dengan alasan pengecualian seperti ada keluarga meninggal, perempuan hendak melahirkan, anak yang ingin mendaftar sekolah, perjalanan dinas, sakit keras sehingga harus dirujuk ke luar Papua, dapat keluar dari wilayah "Bumi Cenderawasih" tersebut.

"Tentu saja, kepergian ini dilengkapi dengan surat-surat yang ditandatangani dan dicap basah lalu melampirkan surat keterangan kesehatan yakni tes antigen atau PCR," katanya.


Pihaknya melakukan kebijakan tersebut agar penyebaran COVID-19 di Papua dapat ditekan dan angka kasus dapat turun.

Satgas juga menyatakan akan memperketat pengawasan arus balik Lebaran dengan melakukan penapisan di Pelabuhan Jayapura dan Bandar Udara Sentani.

Pada 18-24 Mei 2021, kata dia, siapa pun yang mulai masuk wilayah Papua akan menjalani penapisan.

Berita tentang Papua lainnya

(Antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved