Sabtu, 2 Mei 2026

Peringati HUT Kapitan Pattimura, Masyarakat Maluku Gelar Lari Obor di Manokwari

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Masyarakat Maluku (Utara, Tengah dan Tenggara) di Manokwari Papua Barat, menggelar acara Lari Obor.

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Saat upacara penyambutan Obor pada HUT Pattimura ke 204 di Lapangan Borasi Manokwari. 
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Masyarakat Maluku (Utara, Tengah dan Tenggara) di Manokwari Papua Barat, menggelar acara Lari Obor.

Acara ini memiliki maksud untuk mengenang jasa dari sosok Pahlawan Pattimura yang telah merelakan jiwa raga dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Ini adalah wujud dalam menghormati dan menghargai perjuangan dari seorang anak Maluku yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia," ujar Ketua Panitia HUT Pattimura ke-204 di Manokwari, Aljabar Makatita, kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (15/5/2021).
Saat upacara penyambutan Obor pada HUT Pattimura ke 204 di Lapangan Borasi Manokwari.
Saat upacara penyambutan Obor pada HUT Pattimura ke 204 di Lapangan Borasi Manokwari. ((Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun))

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam di Pasar Wosi Manokwari Melonjak

Sekalipun berada di Rantau, pihaknya mengajak orang Maluku agar tetap mengingat momentum tersebut.

"Awalnya saya pesimis namun dengan rasa cinta dan kasih sayang anak-anak muda kepada Pattimura sehingga hari puncak ini bisa dilaksanakan hingga saat ini," ucapnya.

"Obor tentu melambangkan rasa juang sosok seorang Pattimura walaupun dia telah tiada, namun hari ini yang muda telah bangkit untuk melanjutkan perjuangannya,"

Lebih lanjut, Makatita menjelaskan dengan dinyatakannya obor sudah barang tentu melambangkan semangat juang Pattimura.

"Sekalipun di tanah rantau kami orang Maluku akan siap untuk terus berkontribusi untuk melanjutkan perjuangan yang sejak awal Pattimura telah cetuskan untuk kemerdekaan Indonesia," tuturnya.

Harapan Makatita, keduanya kebersamaan antar orang Maluku ini akan terus dirawat sehingga bisa terus berkontribusi dalam pembangunan di Manokwari bahkan Papua Barat.

Baca juga: 4 Hari Larangan Mudik Lebaran, Bandara Rendani Manokwari Langsung Sepi Pengunjung

Selain itu, Bupati kabupaten Manokwari Hermus Indou menambahkan lewat kegiatan HUT Pattimura ini adalah bagian dari wujud masyarakat Maluku untuk terlibat dalam pembangunan.

"Ini sebagai cermin dalam keterlibatan orang Maluku agar terlibat dalam pembangunan di tanah Papua serta mewujudkan Manokwari sebagai pusat peradaban," tuturnya.

Selain itu, menurut dia lewat momentum ini juga bisa membangun rasa nasionalisme dan semangat perjuangan dari seorang Pattimura.

"Sekalipun di tanah rantau namun sebagai orang Maluku harus melanjutkan semangat perjuangan leluhur khususnya Pattimura dan kedepannya terus berkontribusi dalam pembangunan di Papua," ujar Hermus.

"Ini juga sangat sejalan dengan visi saya untuk menjadikan Manokwari sebagai pusat peradaban di tanah Papua," imbuhnya.

Sementara, melalui pantauan Tribun-Papua.com, lewat hari puncak HUT Pattimura masyarakat pun menampilkan sejumlah tarian asal Maluku seperti Cakalele, Tari Lalayon (Lenso) dan Tarian Persahabatan. 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved