Breaking News:

Update Gangguan Jaringan di Jayapura Papua, Menkominfo: Kami Terus Berusaha Memulihkan

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan terkait pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura, Papua.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Lendy Ramadhan/Tribunnews.com
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan terkait pemulihan gangguan layanan telekomunikasi di Jayapura, Papua yang akan berlangsung bertahap.

Menkominfo menjelaskan gangguan layanan telekomunikasi dikarenakan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Indonesia Barat dan Indonesia Timur di Utara Jayapura terputus.

Putusnya kabel serat optik itu di di kedalaman lebih dari 4000 hingga 4050 meter di dasar laut.

"Kabel bawah laut ini yang menjadi tulang punggung transmisi data Indonesia Barat dan Indonesia Timur itu terputus, sehingga terjadi gangguan layanan telekomunikasi. Kami terus berusaha bersama operator seluler dan operator fiber optik bawah laut untuk memulihkan transmisi data dari kawasan barat ke kawasan timur dengan pemanfaatan microwave link, radio link dan berbagai sarana yang lain," jelasnya dalam Halal Bihalal Virtual yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, dari Jakarta, Jumat (14/05/2021).

Baca juga: Ambil Sidik Jari hingga Identifikasi KKB yang Tewas, Satgas Nemangkawi: Ajudan Pribadi Lesmin Waker

Menteri Johnny memastikan pemulihan sepenuhnya baru bisa dilakukan pada Juni mendatang.

"Dan karenanya tentu tidak mengherankan saya apabila memang tadi di Mimika terjadi kendala yang berkaitan dengan transmisi data," jelasnya.

Kepada Menkopolhukam Mahfud MD, Menkominfo menyampaikan pada tahun 2021 dan 2022 Kementerian Kominfo lakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara masif dan besar-besaran di seluruh wilayah Papua Papua Barat.

Hal itu sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan kita dapat selesaikan ini di akhir tahun 2022 nanti, dan peningkatan-peningkatan kapasitas layanan tentu akan semakin membaik dengan akan hadirnya satelit SATRIA 1 dengan kapasitas 150 Gbps, salah satu dari 5 satelit terbesar di dunia yang akan melayani keseluruhan Elektronic Government Indonesia," ujarnya.

Baca juga: 2 KKB Ditembak Mati Pasukan Gabungan, DPR Fraksi PKS: Kalau yang Dilumpuhkan KKB, Itu Bagus

Menteri Johnny berharap pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut secara keseluruhan akan melayani kebutuhan digital masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved