Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Kasus Pascamudik, Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat: Kalau Besar, RS Bakal Lumpuh

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap menyebutkan pihaknya sedang mengantisipasi lonjakan kasus saat arus balik pascamudik

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 provinsi Papua Barat dr. Arnold Tiniap. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap menyebutkan pihaknya sedang mengantisipasi lonjakan kasus saat arus balik pascamudik Lebaran.

Pasalnya, saat ini telah terdeteksi ada 3 varian Covid-19 yang baru seperti B117 Inggris, B1617 India dan Afrika, di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Kalau setiap hari hanya 10 orang, rumah sakit masih siap. tapi kalau deteksi dengan jumlah yang besar misalnya 100 maka kita bisa lumpuh," ujar Arnold kepada sejumlah awak media, Senin (17/5/2021)

Apalagi, lanjut dia jika dari 100 orang yang terdeteksi itu mempunyai gejala berat yang membutuhkan tabung oksigen.

Baca juga: Keluhkan Proses Distribusi Vaksin, Warga Manokwari: Jangan Tunggu Warga Kena Covid-19 Baru Dikirim

"Dengan gejala berat namun sudah transit di masyarakat. Akan sama seperti yang terjadi di India," ucapnya.

"Kalau masyarakat tidak mengantisipasi itu kemudian ada lonjakan kasus dengan jumlah yang besar berarti kita semua pasti akan kewalahan."

"Jika ada lonjakan kasus kita akan butuh oksigen, obat-obatan, tempat tidur apalagi sumber daya manusia (SDM) begitu terbatas," ucapnya.

Untuk saat ini, rumah sakit rujukan yang menangani kasus Covid-19 hanya ada dua Sele Be Solu Sorong dan RSUD Papua Barat.

Baca juga: Lindungi Masyarakat dari Covid-19, KKSS Papua Barat Gelar Vaksinasi di Manokwari

"Jadi untuk RSUD provinsi paling maksimal 100 pasien kalau sudah lebih dari itu maka tidak bisa lagi. Kalau Sele Be Solu Sorong sendiri pun jumlahnya terbatas," tuturnya.

"Jadi di tengah masyarakat yang abaikan terhadap protokol kesehatan, kami sedang mengantisipasi varian baru ini," imbuhnya. (*)

Berita lainnya terkait Covid-19 di Papua Barat

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved