Breaking News:

KKB Papua

Kapolda Papua: Tidak Ada Operasi Militer yang Ada Penegakan Hukum terhadap KKB

Kapolda Papua menegaskan, sejauh ini aparat keamanan gabungan hanya melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur kepada KKB.

Editor: Astini Mega Sari
Tribun-papua.com/Musa Abubar
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri 

TRIBUN-PAPUA.COM - Juru bicara Tentara Pembebasan Negara Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom mengeluarkan rilis yang menyatakan ada operasi militer di Kabupaten Puncak.

Terkait hal itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memberikan bantahan.

Fakhiri menegaskan, sejauh ini aparat keamanan gabungan hanya melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Tidak ada operasi militer yang ada penegakan hukum," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (17/5/2021).

Fakhiri juga membantah tudingan yang menyebut aparat keamanan gabungan menggunakan senjata kaliber berat untuk mengejar KKB.

Baca juga: Aparat Buat Pos Keamanan di 3 Jalur Perlintasan KKB, Kapolda Papua: Kita Tutup Rapat Jalur Mereka

Menurut dia, baik helikopter milik TNI maupun Polri, tidak bisa digunakan untuk melakukan penyerangan dengan senjata berat seperti rudal.

"Itu hoax, tidak ada pakai rudal. Helikopter kita memang ada, itu heli caracal yang dipakai untuk mengangkut pasukan dan bama (bahan makanan), kalau Polri kita punya dua heli bell untuk mengangkut logistik dan pasukan," kata dia.

Dalam rilis yang disebar TPNPB terlihat sejumlah rumah yang hangus terbakar. Fakhiri menduga, rumah tersebut justru dibakar KKB.

"Itu kayanya foto lama, saya lagi suruh cek anak-anak IT. Kalau yang ini rumah dibakar oleh KKB sendiri di Kimak," kata Fakhiri.

Baca juga: Gerebek Honai Markas KKB Papua Numbuk Talenggen, TNI-Polri Sita Senapan Angin hingga Dokumen OPM

Dalam rilis tersebut, Sebby Sambom menuding militer dan polisi telah melakukan pengeboman di perkampungan penduduk lokal di Kabupaten Puncak pada 15 dan 16 Mei.

Sebby juga menyebut akibat aksi tersebut, honai hingga gereja terbakar di Distrik Gome.

"Sementara sejak perang dimulai itu, ratusan warga sudah mengungsi ke kampung yang di anggap aman, sebagian ke kota Ilaga menduduki di rumah Kepala dinas Sosial, dan sebagian sudah mengungsi ke Timika dan Nabire," kata dia.

Berita lainnya terkait KKB Papua

(Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bantah Tudingan Operasi Militer di Puncak, Kapolda Papua: Yang Ada Penegakan Hukum

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved