Breaking News:

Minat Baca di Papua Barat Sangat Rendah, Kepala Disarpus: Di Bawah Standar Nasional

Tingkat minat baca masyarakat di Papua Barat hingga kini masih sangat rendah. Bahkan, Papua Barat berada di bawah standar nasional.

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Astini Mega Sari
(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Papua Barat, Abdul Fatah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Tingkat minat baca masyarakat di Papua Barat hingga kini masih sangat rendah.

Bahkan, Papua Barat berada di bawah standar nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Papua Barat, Abdul Fatah.

"Setelah dilakukan identifikasi untuk minat baca, ternyata data yang didapatkan menunjukkan bahwa masih sangat rendah," ujar Abdul kepada Tribun-Papua.com, Senin (17/5/2021).

Namun, Abdul mengakui pihaknya belum mengetahui faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat yang rendah.

Baca juga: Minta Sistem Belajar Online di Papua Barat Dievaluasi, Anggota DPD Filep Wamafma: Sudah Tak Efektif

"Padahal, minat baca secara nasional harus 20 persen ke atas, sedangkan kita di Papua Barat masih berada di bawah 15 persen ke bawah," ungkapnya.

Di sisi lain, Abdul menuturkan, perpustakaan di Papua Barat mengalami kendalam dalam hal stok buku.

"Buku di perpustakaan saat ini masih sangat terbatas juga hanya 2 ribu judul, masih jauh di bawah standar nasional," kata Abdul.

"Perpustakaan pada provinsi lain saat ini sudah di atas 5 ribuan buku."

Guna mengatasi hal itu, Abdul menyebut pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan guna meningkatkan minat baca masyarakat.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Ditangani Pihak Ketiga, Beberapa Daerah Papua Barat Belum Terima Stok

"Ke depannya jika masyarakat yang berhalangan ke perpustakaan atau taman baca, kami akan menyediakan aplikasi untuk mempermudah mereka nantinya," tuturnya.

Abdul juga mengatakan pihaknya sedang berupaya membangun komunikasi dengan penggiat literasi di Papua Barat.

"Saat ini kita sedang melakukan pembenahan dalam meningkatkan minat baca," imbuhnya. (*)

Berita lainnya terkait Papua Barat

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved