Breaking News:

Seorang Pria Meninggal seusai Suntik Vaksin AstraZeneca, Ini Langkah Satgas Covid-19 Papua Barat

Kementerian Kesehatan menghentikan sementara peredaran vaksin AstraZeneca dengan nomor produksi CTMAV547 di Indonesia.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat dr. Arnold Tiniap. 
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM - Kementerian Kesehatan menghentikan sementara peredaran vaksin AstraZeneca dengan nomor produksi CTMAV547 di Indonesia, karena adanya seorang warga yang meninggal seusai menerima suntikan kedua vaksin.
Juru Bicara Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap pun menuturkan mengikuti langkah pemerintah pusat.
"Penghentian sementara karena ada laporan kematian memang setelah menerima vaksin dan ada gangguan kesehatan lalu meninggal," ujar Juru Bicara Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, kepada sejumlah awak media, Senin (17/5/2021).

Sebenarnya, kasus efek samping yang berat jarang terjadi.

"Kita juga ikuti laporan Kementerian Kesehatan terkait dengan seseorang yang meninggal ada beberapa pertimbangan makanya muncul sikap untuk menghentikan," ucap Arnold.

Baca juga: Keluhkan Proses Distribusi Vaksin, Warga Manokwari: Jangan Tunggu Warga Kena Covid-19 Baru Dikirim

"Papua Barat sebenarnya kita sudah mendapatkan kiriman (AstraZeneca) sekitar 8 ribu dosis yang sebagian sudah dipakai."

Lebih lanjut, kata Arnold pihaknya belum mengetahui apakah sudah selesai atau belum.

"Namun dipakai khusus untuk aparat TNI-Polri, saya belum dapatkan laporan apakah dari 8 ribu itu semuanya sudah disuntikkan atau masih sisa," ungkap Arnold.

Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dengan efek samping berat.

"Kalau pemerintah pusat (Kemenkes) sudah umumkan untuk dihentikan sementara, maka kita di daerah pun akan ikut," imbuhnya. 
Kasus Pertama

Sebelumnya, Trio Fauqi Firdaus, Warga Jakarta Timur tercatat sebagai kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI berat pertama yang meninggal pada 6 Mei, sehari setelah menerima suntikan kedua vaksin AstraZeneca.

Hasil investigasi terbaru Komisi Nasional KIPI dan Komda KIPI DKI Jakarta, belum dapat menentukan penyebab kematian penerima vaksin dan membutuhkan investigasi lanjutan.

Di sisi lain, Badan POM juga menginvestigasi aspek toksisitas dan sterilistas, salah satu batch vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia.

Saat menemui keluarga Almarhum Trio Fauqi Firdaus, Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan, membenarkan belum adanya data kuat, keterkaitan kematian almarhum dan vaksin AstraZeneca.

Komnas KIPI akan melanjutkan investigasi, salah satunya dengan otopsi jenazah almarhum.

Pihak keluarga Trio juga mengonfirmasi telah mengizinkan otopsi dilaksanakan untuk menemukan penyebab kematian almarhum.

Berita lain tentang Papua Barat

(Tribun-Papua.com) (Kompas TV)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompastv.com dengan judul Penggunaan Vaksin AstraZeneca CTMAV547 Dihentikan Sementara, Ini Penjelasannya

Penulis: Safwan Ashari Raharu
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved