Breaking News:

Konten Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah soal Keguguran Tuai Banyak Kritik, Ini Kata Ahli LIPI

Muncul kritikan dari netizen di media sosial, terutama Twitter, terhadap konten Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah soal keguguran.

Editor: Astini Mega Sari
YouTube Atta Halilintar
Aurel Hermansyah menangis ceritakan kronologi dirinya alami keguguran, Selasa (18/5/2021)- Muncul kritikan bagi konten Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah soal keguguran dari banyak netizen di media sosial, terutama Twitter. 

"Dalam sebuah wawancara (penelitian) terdapat informan yang mengatakan bahwa 'konten yang menarik adalah konten yang 'gue banget'," ungkap Nina.

"Konten Atta-Aurel menjadi 'gue banget' bagi sebagian masyarakat karena Atta-Aurel sering memperlihatkan kehidupan bak keluarga kerajaan. Yang (dalam) bahasa anak sekarang adalah 'sultan'."

Disampaikan Nina, kehidupan bak sultan inilah yang sebenarnya menjadi mimpi banyak pengikut Atta-Aurel.

Baca juga: Aurel Mengaku Cemas setelah Keguguran, Gus Miftah Beri Pesan: Kalian Punya Tabungan Istimewa

"Bayangkan hanya soal Aurel keguguran salah satu videonya ditonton hampir 10 juta orang. Di sini, fungsi media sebagai eskapisme atau melepaskan diri dari kenyataan sehari-hari."

Dari hal ini, Nina berpendapat, bagaimanapun seharusnya hal pribadi yang dibagikan ke publik ada batasnya.

"Pengguna medsos Indonesia belum sadar ini. Perlu ada pertimbangan etika," kata Nina.

Lantas, apakah konten seperti ini arahnya akan terus diproduksi?

"Tentu saja tidak," kata Nina menjawab.

"Kita perlu mencetak content creator yang mampu membuat konten yang memiliki pesan-pesan edukatif tetapi menarik untuk dikonsumsi generasi muda di semua kalangan," tegasnya.

Dia menilai, adanya kritik terhadap Atta tentang komersialisasi yang dilakukan ketika Aurel keguguran yang viral di sosial media seperti Twitter, menunjukkan adanya gatekeeping oleh masyarakat.

"Pengguna Twitter umumnya lebih banyak berasal dari masyarakat berpendidikan, oleh karena itu mampu melakukan kritik tersebut," ucap dia.

Kendati memang pengguna Twitter yang mengkritik Atta mungkin jumlahnya jauh di bawah penonton video Atta.

"Hal yang perlu dilakukan adalah literasi digital baik dari konteks teknologi maupun substansi," tutupnya.

Berita lainnya terkait Atta-Aurel

(Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Konten Keguguran Aurel Atta Banjir Kritik, Ahli Media LIPI Nilai Wajar

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved