Breaking News:

KKB Papua

Menjaga NKRI Harga Mati, Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Satgas Nemangkawi Terus Buru KKB Papua

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwa menjaga NKRI menjadi harga mati, sehingga, Satgas Operasi Nemangkawi diminta untuk tidak kendor.

Editor: Claudia Noventa
Dok. Satgas Nemangkawi
Tinggalkan Keluarga, Satgas Nemangkawi Buru Teroris KKB Bertaruh Nyawa Demi NKRI 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan khusus untuk para prajurit yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi.

Diketahui, Satgas Operasi Nemangkawi kini memang sedang ditugaskan untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwa menjaga NKRI menjadi harga mati, sehingga, Satgas Operasi Nemangkawi diminta untuk tidak kendor dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan aksi kekerasan di Papua.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga meminta agar Satgas Nemangkawi jangan pernah gentar dalam melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Papua di Sentani, Jayapura, Kamis (27/5/2021).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Papua di Sentani, Jayapura, Kamis (27/5/2021). (Puspen TNI)

Baca juga: Soal Pelabelan KKB sebagai Teroris, Kabaintelkam Polri Masih Tunggu Putusan Pengadilan

Baca juga: Satgas Nemangkawi Turun hingga ke Pedalaman Papua, Lindungi Masyarakat dari Teror KKB

Kapolri menyampaikan pesan tersebut secara bersama-sama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ketika turun langsung memimpin seluruh anggotanya untuk selalu melindungi seluruh warga sipil di Papua dari aksi kejam kelompok tersebut.

"Saya perintahkan kepada seluruh anggota satgas yang bertugas, lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah," ujar kapolri, seperti dikutip dari Tribratanews.

Kapolri meminta Satgas Nemangkawi harus terus maju memburu dan menangkap seluruh anggota KKB yang selama ini meresahkan masyarakat Papua dengan melancarkan terornya.

"Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan hukum di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun," jelas Kapolri.

Kepala Operasi Nemangkawi Brigjen Pol. Roycke Harry Langie mengatakan, teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tidak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga merasakan ketakutan. Polri dan TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tidak tinggal diam.

“Menjaga NKRI menjadi harga mati. Kami terus memburu mereka (KKB) dengan segala resiko yang ada. Pengegakkan hukum diatas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sejahtera dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua,” tegas Brigjen Pol. Roycke Harry.

Baca juga: Untuk Papua Lebih Baik, Polri Ingin Dengar Aspirasi: Apa yang Dinginkan Masyarakat, Terutama KKB

Seiring dengan pernyataan Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjenpol) Prabowo Argo Yuwono mengajak kepada para anggota teroris KKB untuk bersama membangun Papua.

"Kita mengajak orang-orang yang ada di sana, mengajak misalnya dari KKB yang mau turun, silakan. Dia ingin bareng-bareng untuk membangun Papua, silahkan," ungkap Irjen Pol. Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta.

Kadiv Humas menambahkan, bahwa tim gabungan yang telah ditugaskan menumpas gerakan KKB di Papua, tetap akan mengedepankan soft approach dengan cara membuka dialog, ketimbang hard approach.

“Yang terpenting adalah kita melakukan dialog, kita juga melakukan ada di sana namanya Binmas Nokken dan juga Teritorial dari TNI AD, juga dari kepolisian kita bersama-sama di sana memberikan edukasi kepada masyarakat," tandasnya.(*)

Berita terkait lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved