Breaking News:

PON XX Papua

Mengaku Tak Tahu Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX Papua, Menpora: Saya akan Komunikasi dengan PB PON

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, penunjukkan selebritas Nagita Slavina menjadi Ikon PON XX Papua sepenuhnya keputusan PB PON.

Editor: Claudia Noventa
Foto: BPMI Setpres/Lukas
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 15 Maret 2021. - Update, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku tidak tahu menahu soal keputusan penunjukkan Nagita sebagai sebagai Ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku tidak tahu menahu soal keputusan penunjukkan Nagita sebagai sebagai Ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, penunjukkan selebritas Nagita Slavina menjadi Ikon PON XX Papua sepenuhnya keputusan PB PON selaku penyelenggara.

Bahkan, Menpora tidak memiliki andil dalam keputusan tersebut.

Nagita Slavina Jadi Duta PON XX Papua
Nagita Slavina Jadi Duta PON XX Papua (Tangkapan layar KompasTv)

Baca juga: Nagita Slavina Dikritik karena Jadi Ikon PON XX Papua, Raffi Ahmad: Dutanya Boaz Solossa

Baca juga: Ketua KONI Sebut Keberhasilan PON XX Papua sebagai Harga Diri Bangsa Indonesia

"Keputusan tentang penunjukan Ikon PON itu bukan oleh pemerintah pusat, bukan oleh Menpora, apalagi dikaitkan bahwa ini dari Presiden. Sama sekali tidak, kami tidak tahu menahu, ini sepenuhnya keputusan PB PON," kata Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Lanjut Amali, keputusan menunjuk Nagita Slavina itu merupakan wewenang dari PB PON selaku penyelenggara acara.

Ia mengatakan, Ketua Umum PB PON XX Papua saat ini juga adalah Gubernur Papua Lukas Enembe.

"PB PON XX yang Ketumnya Gubernur Papua, dengan kewenangannya memutuskan duta atau itu Nagita," ucapnya.

Akan tetapi, Amali menyadari bahwa keputusan itu menimbulkan reaksi dari publik yang meminta agar Ikon PON XX Papua sebaiknya dari putra dan putri Papua.

Menurut dia, hal tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang harus diterima dan harus diperhatikan.

"Saya kira, ini juga aspirasi dari masyarakat yang harus kita perhatikan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved